Pembentukan Koperasi Pasar Tradisional Mendesak Direalisasikan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Realisasi pembentukan koperasi di pasar tradisional diminta untuk dipercepat. Sebab keberadaan koperasi sangat penting untuk kemajuan perekonomian khususnya pedagang kecil. Manfaat lainnya yakni mempermudah mengakses berbagai bantuan.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya Jumat (27/10/2017) mengatakan, pihaknya sering berkeliling pasar tradisional untuk menghadiri peresmian pembangunan sekaligus pementasan wayang kulit. Seperti terakhir dilakukan di Pasar Gawok di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kamis (26/10/2017) malam.

Saat berkeliling bupati mengatakan sangat penting membangun dan menghidupkan roda ekononi di pasar tradisional kepada masyarakat. Pemkab Sukoharjo sudah merealisasikan pembangunan disejumlah pasar tradisional.

“Koperasi pasar yang didengungkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo harus segera direalisasikan. Koperasi ini sangat penting dan banyak manfaatnya,” ujar Wardoyo Wijaya.

Sejauh ini sosialisasi rencana pembentukan koperasi sudah sering dilakukan petugas disejumlah pasar tradisional. Namun kapan, direalisasikan masih belum jelas. “Koperasi ini sifatnya gotong royong. Pedagang bisa diuntungkan seperti mendapat pinjaman dan menghindarkan dari jerat hutang dari rentenir,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo juga mendorong pembentukan koperasi untuk segera direalisasikan. Sebab keberadaan koperasi bisa mempermudah pemberian bantuan. “Saya mendukung sepenuhnya pembentukan koperasi di pasar tradisional,” lanjutnya.

Sementara itu, menanggapi peresmian Pasar Gawok, Gatak bupati mengatakan, pembangunan pasar sudah diselesaikan dan digunakan pedagang sekitar 2014/2015. Peresmian sengaja baru dilakukan sekarang bersamaan dengan sejumlah pasar tradisional lainnya.

“Pasar Gawok ini merupakan pasar tradisional yang unik dan komplit. Kenapa begitu, sebab buka hanya pada pasaran saja yakni Pon dan Legi. Isi barang dagangan juga lengkap,” lanjutnya.

Bupati mengatakan, salah satu barang dagangan di Pasar Gawok yang sering dibeli yakni bibit pohon cabai. “Saya bersama isteri sering ke Pasar Gawok beli bibit pohon cabai dan ditanam di rumah. Termasuk juga menggerakan ibu ibu lainnya,” lanjutnya.

Dengan mengkampanyekan menanam pohon cabai bupati berharap keluhan harga mahal tidak lagi terjadi. “Kalau mengeluh harga cabai mahal itu aneh. Di Pasar Gawok sudah tersedia bibitnya kita tinggal mau tidak menanam,” lanjutnya.

Ketua TP PKK Sukoharjo Etty Suryani mengatakan, gerakan menanam sudah serang disosialisasikan dan dipraktekan. Ibu ibu PKK disemua wilayah di Sukoharjo sudah menanam berbagai tanaman. “Tidak hanya cabai tapi juga lainnya seperti terong dan berbagai sayuran lainnya. Beli bibitnya ya di Pasar Gawok,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, Pasar Gawok memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki pasar tradisional lainnya di Sukoharjo. Sebab buka sesuai penanggalan pasaran jawa yakni Pon dan Legi.  Total ada sekitar 514 kios dan los yang disediakan dan sudah digunakan para pedagang. (Mam)

BERITA REKOMENDASI