Pemdes Krandegan Maksimalkan Sedekah untuk Kegiatan Sosial

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo memaksimalkan penggalangan sedekah dan zakat pertanian dari masyarakat. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pendukung sektor ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Krandegan Dwinanto mengatakan, penggalian zakat dan sedekah tetap disesuaikan dengan syariat Islam. Pemdes menarik sesuai dengan nishob atau batasan pendapatan/hasil panen.

“Penarikan zakat melihat situasi, kalau sekarang musim panen, maka petani yang hasilnya melebihi nishob akan diarahkan membayar zakat. Petani yang hasilnya lebih sedikit juga ditawari untuk sedekah, mereka antusias dan secara sukarela mendukung program pemdes,” katanya kepada KRJOGJA.com, Jumat (28/08/2020).

Untuk penyaluran juga tetap disesuaikan dengan aturan agama. Khusus zakat pertanian, akan disalurkan untuk kegiatan sosial dengan sasarah para mustahik atau orang yang berhak menerima zakat. Kegiatan tersebut antara lain dapur umum dan bantuan cair langsung.

Sementara pemanfaatan sedekah, katanya, lebih longgar karena semua masyarakat diperbolehkan menikmatinya. Namun, pemdes tetap melandaskan penggunaan untuk kegiatan sosial seperti pemberian baju untuk anak kurang mampu, meja antilapar, irigasi gratis, pasar bergerak, dan pelatihan.

“Kami selektif membuat program, kalau memang sasarannya keluarga miskin, masuk kategori mustahik, bisa gunakan zakat. Tapi kalau penerimanya heterogen, misal irigasi gratis, pemdes manfaatkan dana sedekah,” terangnya.

Menurutnya, sebagian besar petani di Krandegan memberi dalam bentuk sedekah. Hanya ada sedikit petani yang wajib membayar zakat. Tidak banyak petani Krandegan yang memiliki panen dengan hasil melebihi hitungan zakat.

“Jadi kebanyakan adalah sedekah, namun dalam empat bulan terakhir mampu terkumpul lebih dari Rp 200 juta. Dana itu kami rekap dan salurkan kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Program penggalangan zakat dan sedekah, lanjutnya, membuat pemanfaatan dana desa menjadi semakin fleksibel. Pemdes fokuskan dana untuk menyelesaikan program pembangunan.

“Setiap tahun kami mendapat DD hampir satu miliar rupiah, tapi kebutuhan pembangunan terus naik, sehingga diperlukan usaha menggali PADes,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI