Pemdes Purworejo Magang ke Desa Sumbermulyo Bantul

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kepala desa (kades) dan perangkat desa (perdes) dari tiga desa di Kabupaten Purworejo, mengikuti program magang lima hari ke Desa Sumbermulyo Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul. Mereka meningkatkan kemampuan dengan belajar langsung dari Pemdes Sumbermulyo yang dinilai baik dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Tiga kades dan perdes Purworejo berasal dari Desa Sumber Kecamatan Pituruh, Desa Dadirejo Kecamatan Bagelen, dan Wirun Kutoarjo. Mereka dikoordinir langsung kades masing-masing. “Ada tiga desa, kami berangkatkan ke Bantul untuk magang selama lima hari,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Purworejo Agus Ari Setiyadi, Senin (07/06/2021).

Menurutnya, program magang tersebut merupakan upaya Dinpermades dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas perangkat desa Purworejo. Mereka belajar langsung dari desa-desa yang dinilai sukses dalam menjalankan pemerintahannya.

Dikatakan, program peningkatan kapasitas kades dan perdes merupakan kegiatan rutin Dinpermades. Namun dalam program magang, lanjutnya, metode pembinaan dibalik dengan mengajak pemdes belajar langsung ke desa berprestasi. “Biasanya dengan pelatihan dalam ruangan, sekarang kami balik. Kami ajak mereka belajar langsung di desa,” ucapnya.

Dalam kegiatan di Sumbermulyo, tiga pemdes belajar mengenai tata kelola keuangan desa, perencanaan, penyusunan APBDesa, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan arsip. Selama magang, mereka juga tinggal di desa tersebut dan mengkuti seluruh aktivitas pemdes setempat.

Selain kegiatan administrasi pemerintahan, katanya, peserta magang mengunjungi berbagai potensi yang dikembangkan di Desa Sumbermulyo. “Mereka melihat pengelolaan bank sampah, melihat profil desa, juga tentang pembentukan BUMDesa hingga Sumbermulyo berhasil menggali potensi yang ada di lingkungan mereka,” terangnya.

Kades Wirun Wahyudi menuturkan, peserta dari Purworejo berbaur dengan pemdes dan masyarakat Sumbermulyo selama kegiatan magang. Kendati demikian, Wahyudi menegaskan seluruh kegiatan di Bantul itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Wahyudi mengakui jika kegiatan itu memberikn manfaat bagi pemdes peserta magang. “Kami jadi bisa belajar langsung, mengetahui sendiri bagaimana desa itu bisa sukses menjalankan kegiatan administrasi pemerintahannya. Kami apresiasi kegiatan itu,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI