Pemerintah Bidik Swasembada Bawang Putih di 2019

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com -Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Herwanto di Desa Glapansari ,Kecamatan Parakan,Temanggung, Rabu (22/03/2018) melakukan uji coba pengembangan bawang putih pada lahan seluas 20 hektare di Temanggung. Kebijakan ini guna memenuhi target swasewmbada bawang putih di tahun 2019. 

"Asumsinya 1 hektare lahan rata-rata bisa menghasilkan empat ton benih, berarti akan dihasilkan 40 ton benih di Temanggung, dan nanti akan dikembangkan lebih luas lagi.  Kementerian Pertanian bertekad mengembalikan kejayaan bawang putih dan menetapkan swasembada bawang putih di 2019," lanjut Herwanto.

Demi mengembalikan kejayaan Bawang Putih Sembalun seperti era 80-an, lanjut Herwanto, Kementerian Pertanian melalui BPTP Balitbangtan juga melaksanakan kegiatan perbenihan bawang putih. Bahkan, BPTP Jateng sejak September 2017 lalu mulai mengembangkan varietas unggul nasional bawang putih yang dikembangkan di empat Kabupaten yakni varietas Lumbu Hijau, Lumbu Kuning,  Tawangmangu  

Hal itu juga diakui Peneliti BPTP Jawa Tengah Samijan karena sudah lebih 25 tahun pertanaman bawang putih menghilang karena harga jatuh. Dengan bantuan Balitbangtan  bangkitkan lagi semangat petani untuk menanam bawang putih.

Samijan menjelaskan pengembangan bawang putih dimulai dengan melakukan eksplorasi plasma nutfah di sentra produksi meliputi   Plasma nutfah terbaik yang adaptif di wilayah sentra tersebut akan dijadikan sebagai sumber benih untuk dikembangkan lebih lanjut. Melalui sentuhan teknologi  budidaya umbi dan besar siung bawang putih lokal yang dihasilkan tidak kalah bersaing dengan impor. 

"Kelebihan lain dari bawang putih lokal adalah aroma yang lebih tajam dan rasa lebih menyengat  dibandingkan bawang putih impor.  Kelebihan-kelebihan ini akan  semakin memantapkan kita untuk maju bersama petani bangkitkan bawang putih Nasional agar tujuan swasembada tercapai di 2019," ujar Samijan.

Samijan menambahkan salah satu kunci utama penunjang keberhasilan budidaya bawang putih nasional yakni dengan menambahkan pupuk organik lebih dari 20 ton/ha dan pupuk anorganik sesuai kondisi kesuburan lahan. Harapannya adalah untuk menjadikan ukuran umbi lebih besar dan produksi meningkat akan tercapai. 

"Pada benih bawang putih yang akan ditanam, diberi perlakuan suhu rendah dan pemberian ZPT untuk mempercepat pematahan dormansi bawang putih yang selama ini memakan waktu 4 bulan setelah umbi dipanen katanya, panas matahari penuh namun tanah harus tetap basah. Ketinggian tempat yang sesuai untuk bawang putih diatas 1.000 m dari permukaan laut dan umumnya ditanam petani di lereng gunung," katanya. 

Sebagai informasi, geliat perkembangan bawang putih semakin terasa sejak pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencanangkan tahun 2017 sebagai tahun perbenihan bawang putih. Melalui program tersebut, pemerintah berharap agar Indonesia dapat memenuhi target swasembada bawang putih dengan dukungan jumlah benih dalam negeri yang mencukupi. 

Saat ini sedang diupayakan penumbuhan petani penangkar bawang putih di beberapa sentra produksi di Indonesia.  Sedangkan target luas areal pertanaman benih nasional dipatok Kementan sebesar 13 ribu hektare. Penanaman benih bawang putih adalah wilayah Temanggung, Magelang dan tegal di Jawa Tengah. (Ati)

BERITA REKOMENDASI