Pemilu Serentak Timbulkan Korban Jiwa, Sangat Disayangkan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Jatuhnya korban jiwa dari panitia penyelenggaran Pemilu serentak tahun 2019, sangat disayangkan. Terlebih untuk mencari tenaga yang berusia muda juga sulit. Akibatnya banyak penitia penyelenggara Pemilu yang usianya sudah rentan kesehatannya.

“Ini yang menjadi persoalan penyelenggara Pemilu, untuk mencari tenaga muda di tingkat KPPS sangat sulit,” kata anggota KPU Purworejo Widyastuti MPar Jumat (25/10/2019).

Pemilu di Purworejo menurut Widyastuti, paling tidak membutuhkan sekitar 2.324 tenaga KPPS yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Sementara itu dalam Focus Grup Disussion (FGD) informasi pencalonan anggota DPRD Kabupaten Purworejo Pemilu 2019 di Purworejo Widyastuti menjelaskan, bahwa untuk mencari tanaga KPPS yang bertugas dalam penyelenggaraan pemungutan suara di setiap TPS, harus mencari orang-orang yang benar-benar netral dan kapabel.

“Ini tidak mudah, apalagi ada batasan kenggotaan, sehingga tenaga yang sudah berpengalaman harus diganti. Penggantinya tentu orang-orang baru yang belum pernah berpengalaman dalam penyelenggaraan pemungutan suara,” jelasnya.

FGD ini diikuti para tokoh masyarakat, parpol, pers dan anggota organisasi lainnya. FGD ini menurut Ketua KPU Purworejo Drs Dulrochkim, diharap mampu memberikan koreksi dalam penyelenggaraan kegiatan Pemilu 2019 dan bisa  memperbaiki kegiatan Pemilu yang akan datang. “Yang terdekat pemilihan bupati dan wakil bupati pada tahun depan,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI