Pemkab Data Aset Kota di Parakan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Pemkab Temanggung mulai mendata aset-aset kota di Parakan sebagai kota pusaka, untuk keperluan pengembangan kota tersebut sebagai tempat wisata dan kota pendidikan. Aset kota pusaka yang diinvetarisir itu meliputi sejarah Parakan, alam serta pusaka-pusaka budaya.

Inventarisasi itu dilakukan melalui forum grup discusion (FGD) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), konsultan teknik CV Wisanggeni dan perwakilan warga Parakan di Pendapa Eks-Kawedanan Parakan.

Kepala Bappeda Bambang Dewantoro, Senin (08/08/2016) mengatakan, Parakan selama ini dikenal dalam berbagai hal, diantaranya sejarah, budaya dan bangunan-bangunan bersejarahnya yang menjadikannya sebagai kota pusaka. "Aset-aset tersebut akan diinventarisasi dan nanti direncanakan akan disusun gambar DED (detail engeneering desaign) untuk pembangunan dan pengembangan Parakan sebagai kota pusaka," ujarnya.

Pembangunan Parakan sebagai kota pusaka tersebut akan diarahkan agar wilayah ini bisa menjadi tempat wisata dan pendidikan. Parakan dengan segala aset-asetnya itu dikenal secara luas, serta dapat memberikan dampak postif bagi pengembangan perekonomian masyarakatnya.

Setidaknya ada 23 pusaka budaya berupa bangunan di Parakan, yakni Candi Setapan, Gunung Candi, jembatan lama Kali Galeh, bekas Stasiun Parakan, rumah dinas PT KAI, Kawedanan, Klenteng Hok Tek Tong. Ada pula rumah dan makam KH Subchi, langgar wali, Masjid Al Barokah Bambu Runcing, Makam Kyai Parak, gerbang Pasar Legi, Kantor Kecamatan Parakan, serta sejumlah rumah tinggal warga berarsitektur Tionghoa. (Mud)

BERITA REKOMENDASI