Pemkab Kebumen Resmi Kelola Hutan Mangrove Ayah

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen berhasil mendapatkan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengelola kawasan hutan mangrove di Desa/Kecamatan Ayah Kebumen.  

"Setelah izin diperoleh, kini kami tengah menyiapkan pengembangan kawasan tersebut menjadi kawasan pariwisata dan konservasi," ujar Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, Teguh Yuliono, diruang kerjanya, Kamis (23/01/2020).

Menurut Teguh izin dari Kementerian PUPR tersebut diperoleh melalui sejumlah tahapan yang memakan waktu 2 tahun sejak tahun 2017 lalu.

"Sebelum meminta izin Kementerian PUPR, kami terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) yang berkantor di Yogyakarta. Mengingat, hutan mangrove tersebut berada di tanah timbul muara Sungai Bodo yang secara administratif merupakan kewenangan BBWSSO ," ujar Teguh.

Setelah izin Kementerian PUPR diperoleh, kini Pemkab Kebumen sedang menyiapkan lelang konsultan Detail Engineering Desain atau Rancangan Detail Konstruksi dari kawasan tersebut di tahun 2020 ini. Tahap berikutnya, disiapkan pelaksanaan proyek pengembangan kawasan tersebut.

"Secara garis besar, kawasan itu akan terbagi tiga, masing-masing kawasan pemanfaatan, kawasan penyangga dan kawasan inti. Nantinya, hanya kawasan pemanfaatan saja yang akan kami jual kepada wisatawan. Sedangkan kawasan penyangga dan inti merupakan kawasan konservasi yang tak boleh dijamah wisatawan," ujar Teguh.

Teguh masih belum bersedia mengungkapkan besarnya dana pelelangan  konsultan DED maupun proyek pengembangan kawasan tersebut. Namun secara prinsip  Pemkab Kebumen akan merangkul pemerintah desa dan kelompok masyarakat setempat untuk pengelolaannya.

"Saat ini bagi masyarakat yang ingin berwisata ke kawasan ini  bisa mendatangi loket penjualan karcis masuk Obyek Wisata Pantai Logending. Selanjutnya, petugas akan menjelaskan segala hal terkait tata cara berwisata ke hutan mangrove tersebut," ujar Teguh. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI