Pemkab Larang Pungutan Berdalih Sumbangan Kelulusan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo meminta sekolah untuk tidak melakukan pungutan kepada wali murid dengan dalih sumbangan kelulusan. Hari ini, SMP dan MTs mengumumkan kelulusan siswa mereka dalam ujian nasional.

Kepla Bidang SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Purworejo Drs Ery Prayinto mengatakan, larangan pungutan merupakan instruksi Bupati Purworejo. "Bupati sendiri yang menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan, sekolah harus mematuhinya," tegasnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (2/6/2017).

Momentum kelulusan dapat saja dimanfaatkan sekolah untuk meminta sumbangan kepada siswa. Kendati demikian, pihak dinas belum menerima ada laporan terkait  terjadinya pungutan itu.

Meski demikian, Ery menambahkan, kondisi akan berbeda apabila ada wali murid mampu yang secara sukarela ingin menyumbangkan sesuatu untuk sekolah anak mereka. "Sebagai bentuk terima kasih dan atas dasar sukarela tanpa diminta sekolah, itu persoalan lain," tuturnya.

Sebanyak 38 siswa SMP/MTs di Kabupaten Purworejo gagal lulus. Mereka tidak hadir mengikuti Ujian Nasional (UN) utama maupun susulan yang diselenggarakan pemerintah.

SMPN 2 Purworejo menjadi sekolah peringkat pertama peraih nilai tertinggi UN 2017, disusul SMPN 3 Purworejo dan SMPN 1 Purworejo. Nilai tertinggi UN Kabupaten Purworejo sebesar 387,50 diraih tiga siswa terdiri atas Satria Widiantoro dan Rizki Juniar Nugroho, pelajar SMPN 2 Purworejo, serta Widya Anugrah Kinasih siswi SMPN 7 Purworejo.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI