Pemkab Magelang Baru Miliki 7 Pos

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemkab Magelang secara bertahap akan berusaha membangun pos-pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) dengan target 13 lokasi tersebar diwilayah ini. Hingga tahun 2017 ini, telah memiliki 7 WMK meliputi Kecamatan Grabag, Bandongan, Salaman, Muntilan, Tegalrejo, Salam, dan Tempuran. Di 7 WMK tersebut, juga telah dilengkapi sarana mobil pompa Damkar.

Ditargetkan, hingga tahun 2018 besok bertambah 9 unit dan sarana penyelamatan, yaitu mobil ambulan Damkar dan perahu karet. Pemenuhan asuransi jiwa dan kesehatan, melalui asuransi BNI Life dengan premi tiap orang Rp 200.000 dan apabila terjadi kecelakaan kerja dapat mengajukan klaim maksimal Rp 4 juta.

"Jika dilihat dari panca dharma kebakaran, maka seorang petugas pemadam kebakaran harus mempunyai kemampuan yang memadai, yaitu kemampuan untuk mencegah, mengendalikan, dan memadamkan kebakaran sekaligus mampu dalam penyelamatan jiwa dan harta benda. Memadamkan api besar dan penyelamatan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, hanya petugas pemadam kebakaran yang profesional yang bisa melakukannya," kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin yang diwakili Asisten I, Agung Trijaya dalam acara pembukaan Bimtek Damkar I Kabupaten Magelang Tahun 2017 di ruang Bina Karya, Rabu (25/10/2017).

Sekretaris Satpol PP dan PK Kabupaten Magelang, Drs Moch Damil Ahmad Yani dalam laporannya mengatakan, bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualifikasi aparatur Damkar (Pemadam Kebakaran). Dan Aparatur pemadam kebakaran menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran termasuk penyelamatan hewan.

"Kondisi aparatur pemadam kebakaran di kabupaten magelang saat ini sebanyak 116 personil, namun belum mempunyai ketrampilan yang memadai sesuai dengan standar pelayanan minimal. Saat ini aparatur pemadam kebakaran baru dua personil yang mempunyai sertifikat kualifikasi pemadam kebakaran. Kegiatan Bimtek dilaksanakan dari Minggu sampai Jumat 22 Oktober -27 Oktober 2017," katanya.

Sementara Dirjen Bina Administrasi Kemendagri RI yang di wakili oleh Kasubdit Sarana dan  Prasana dan Informasi Kebakaran, Evan Nur Setyo Hadi mengatakan seorang  pemadam kebakaran harus mempunyai kemampuan untuk mencegah, mengendalikan dan meemadamkan kebakaran sekaligus penyelamatan, Aksi pemadaman dan penyelamatan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. (Bag)

BERITA REKOMENDASI