Pemkab Magelang Didorong Buka Tempat Ibadah

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sudah hampir dua bulan ini, umat beragama tidak bisa beribadah secara berjamaah di tempat ibadah masing-masing. Selama ini, mereka menjalankan ibadahnya dirumahnya. Ada kerinduan tak tertahankan dari mereka untuk secepatnya bisa kembali beribadah secara bersama-sama.

Tren menurunnya jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Magelang saat sekarang ini, banyak orang berharap Bupati Magelang berani membuat kebijakan untuk membuka kembali tempat ibadah, meski dengan protokol kesehatan Covid-19. “Kami mendorong bupati magelang, berani membuat kebijakan untuk membuka tempat ibadah. Kami yakin, sudah banyak yang rindu beribadah secara bersama-sama (berjamaah) di tempat ibadahnya masing-masing,” kata Prihadi, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Magelang, Kamis (11/06/2020).

Disampaikan Prihadi yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas Pengawasan Covid-19 DPRD Kabupaten Magelang itu, kalau diperbandingkan antara orang yang pergi ke tempat ibadah dan ke pasar untuk berbelanja tentu lebih bersih orang yang pergi ke tempat ibadah. Namun kenyataannya, justru pemerintah menutup tempat ibadah dan terkesan membiarkan aktivitas di pasar tradisional dan modern tanpa pengawasan yang ketat.

“Orang pergi ke tempat ibadah itu, pasti sudah bersih dan cenderung lebih paham akan kesehatan. Namun kenyataannya, justru tempat ibadah yang ditutup. Sementara pasar dibiarkan beraktivitas tanpa pengawasan yang ketat,” katanya.

Kebijakan penutupan tempat ibadah itu sudah saatnya untuk segera dievaluasi. “Dengan tren menurunnya pasien terkonfirmasi positif saat sekarang ini, seharusnya menjadi momen pemerintah untuk membuka tempat-tempat ibadah itu, meski dengan aturan-aturan ketat sesuai standar kesehatan covid-19. Misalnya dengan menyediakan beberapa tempat cuci tangan dengan sabunnya, jaga jarak dan pakai masker. Saya yakin, akan banyak yang mendukung,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI