Pemkab Magelang Selamatkan Aset di Plaza Muntilan

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Tim Pengambilalihan Plaza Muntilan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Bagian Hukum, BPPKAD Kabuapten Magelang serta Linmas melakukan tindakan penyelamatan aset Pemda dengan pengambilalihan Plaza Muntilan, Selasa (15/6/2021).

Untuk diketahui sebelumnya bahwa, terdapat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Magelang dengan PT Merbabu untuk membangun Plaza Muntilan di bekas terminal lama Muntilan Nomor 974/335/11/1992 dimana Pemkab Magelang menyediakan tanah dan PT Merbabu membangun ruko. Namun demikian, perjanjian tersebut per 11 Februari 2012 telah berakhir. Sejak saat itu secara yuridis pengelolaan menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten Magelang.

“Plaza Muntilan merupakan barang/aset milik daerah. Pada waktu yang lalu ada kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Magelang dengan pihak ke tiga, dimana perjanjian itu sudah selesai di tahun 2012. Sejak tahun 2012 itu kemudian ruko di Plaza Muntilan masih ditempati oleh para penempat baik itu eks pemegang HGB ataupun disewakan oleh eks pemegang HGB,” terang, Kepala BPPKAD Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh saat memantau kegiatan pengamanan aset Plaza Muntilan.

Lanjut Siti Zumaroh, sampai dengan saat ini beberapa para penempat masih menempati ruko, tetapi sebagian sudah ada perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten Magelang (sesuai aturan). Namun demikian, beberapa penempat lainnya menggunakan ruko tanpa memberikan kontribusi kepada pemerintah.

“Maka saat ini akan kita ambil alih sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk penyelamatan aset daerah. Di sini (Plaza Muntilan) keseluruhan ada 51 ruko/kios. Yang penting kita ambil alih dulu, rencana kedepan ada penataan di sini, karena kondisi saat ini keadaanya sudah tidak tertata, ada banyak pedagang, parkir dan sebagainya, lorong-lorong juga digunakan bahkan ada lorong yang sudah ditutup” tegas, Siti Zumaroh.

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang, Wisnu Harjanto mengatakan, terdapat 152 personel diterjunkan dalam upaya penyelamatan aset daerah tersebut. Seluruh petugas gabungan diminta melaksanakan penyelamatan aset dengan cara humanis dan persuasif.

BERITA REKOMENDASI