Pemkab Perjuangkan Dispensasi Pembelian Premiun Berjeriken

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN (KRjogja.com) – Pelarangan membeli premium dengan jeriken di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh PT Pertamina terhadap pedagang eceran melalui surat edaran pada 27 Juli 2016 lalu meresahkan para pedagang eceran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen akan memperjuangkan diberikannya dispensasi oleh PT Pertamina bagi pedagang eceran Premium, terutama di lokasi yang jauh dari SPBU.

"Pada tahun 2013 lalu pernah ada pelarangan semacam itu. Akhirnya Pemkab Kebumen melalui Bupati meminta agar para pedagang eceran yang jauh dari SPBU diberikan dispensasi. Upaya itu berhasil dan pedagang diperbolehkan membeli premium dengan derigen di SPBU dengan membawa surat rekomendasi dari Pemkab Kebumen," ujar Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kebumen, Agung Patuh di ruang kerjanya, Kamis (11/08/2016).

Menurut Agung, para petani, pembudidaya ikan dan nelayan yang mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait, sama sekali tidak dilarang membeli premium dengan jeriken. Asalkan, saat membeli di SPBU mereka bisa menunjukkan surat rekomendasi tersebut.

Di desa terpencil di Kebumen saat ini harga pertalite bisa mencapai Rp 12 ribu/liter atau lebih mahal dibanding premium yang maksimal harganya Rp 10 ribu/liter. Adapun pedagang eceran di wilayah perkotaan ataupun yang berdekatan dengan SPBU, kini beralih mengecerkan pertamax dan pertalite. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI