Pemkab Purworejo Bentuk Tim Ahli Cagar Budaya

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo membentuk tim ahli cagar budaya. Sebanyak lima pegawai negeri berlatar belakang pendidikan sejarah, arkeologi, arsitektur dan tata ruang, ditetapkan sebagai anggotanya.

 

Pembentukan tim tersebut sesuai amanat UU 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. "Undang-undang itu mengamanatkan bahwa daerah memiliki kewenangan menetapkan cagar budaya. Namun sebelum ditetapkan, harus ada kajian yang dilakukan tim ahli, karena itu kami membentuknya," ungkap Drs Surahman Irianto MAcc, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Purworejo, kepada KRjogja.com, Selasa (29/11).

Tim ahli terdiri atas Drs Eko Riyanto sebagai ketua, dengan anggota Dra Nuryanti MPd, Drs Kusnan Kadari MPd, Maria Dini Handajani ST MAP dan arkeolog BPCB Winda Artista SS. Mereka diusulkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebagai tim ahli, kemudian berhasil lolos.
Tim ahli, katanya, langsung bekerja melakukan kajian cagar budaya di Kabupaten Purworejo. "Target kami hingga akhir tahun adalah memberi rekomendasi kepada bupati untuk sepuluh cagar budaya," tuturnya.

Kajian dilakukan dengan objek Kantor Bupati dan Wakil Bupati Purworejo, Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Purworejo, Pendopo Bupati Purworejo, Rumdin Wakil Bupati di Kutoarjo, Pendopo Rumdin Wakil Bupati di Kutoarjo, Masjid Darul Mutaqien Purworejo, Gereja GPIB Purworejo, Kantor Satlantas Polres Purworejo, Museum Tosan Aji dan Stasiun Purworejo. "Sepuluh objek itu sudah masuk inventarisasi cagar budaya, namun tim tetap melakukan kajian mendalam dan lebih detail tentang cerita, sejarah serta dari sisi pelestariannya," terangnya.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Purworejo Drs Eko Riyanto menambahkan, rekomendasi diberikan sebagai dasar bupati menetapkan suatu objek sebagai cagar budaya. Selain itu, dalam rekomendasi juga tertera hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap cagar budaya. "Tentu dalam konteks pelestarian. Segala rencana perubahan harus dikoordinasikan dengan pihak terkait," tegasnya.

Menurutnya, kajian mendalam tentang suatu cagar budaya akan menghasilkan cerita dan sejarah yang menarik untuk diketahui. "Masyarakat nantinya mengetahui bilamana ada sisi lain dari sejarah suatu objek," imbuhnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI