Pemkab Purworejo Gelar Rakor di Desa

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebagai langkah untuk mengantisipasi gejolak sosial di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menggelar rapat koordinasi (Rakor) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakat  di pelosok desa.

 

“Kali ini kita pilih di Balai Desa Pogung Jurutengah Kecamatan Bayan, karena di desa ini baru saja menjadi perhatian masyarakat terkait munculnya Keraton Agung Sejagat (KAS) yang sempat menjadi viral,” kata Asisten Bidang Pemerintahan Setda Purworejo H Gentong Sumharjono SSos MM, Rabu (29/1).

Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Pemerintahan Setda Purworejo itu sengaja digelar di tempat tersebut untuk memberikan beragam pemahaman bagi masyarakat setempat serta warga di sekitar Desa Pogung Jurutengah. “Dalam kondisi seperti sekarang ini Pemkab Purworejo merasa perlu menggelar kegiatan ini sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya gejolak sosial dari keberadaan KAS,” jelasnya.

Ditegaskan pula bahwa Pemkab Purworejo juga telah melangkah dan melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan untuk meredam konflik sosial yang mungkin muncul.

“Langkah ini sekaligus untuk antisipasi agar permasalahan yang ada di tengah masyarakat tidak melebar,” jelasnya.

Dengan melibatkan masyarakat di luar Desa Pogung Jurutengah lanjut Genthong Sumharjono, sengaja dilakukan mengingat dekatnya jarak antar desa. Sehingga masyarakat yang ada di seputar Pogung Jurutengah juga paham akan keberadaan KAS itu dengan segala implikasinya.

“Secara terbuka, Totok Santoso selaku yang mengaku raja keraton ini sudah meminta maaf dan menyatakan penyesalannya kepada warga Pogung Jurutengah juga Purworejo. Maka saya rasa tidak perlu lebih dalam mengusik mengenai tindak pidananya, karena itu sudah menjadi ranah pihak berwajib,” jelasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI