Pemkab Purworejo Gencar Tangani Anak Tidak Sekolah

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo gencar tangani anak putus sekolah (ATS) di wilayahnya. Upaya dilakukan dengan memperluas akses pendidikan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat mendata anak-anak yang masih belum sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo Wasit Diono mengatakan, pemerintah menyiapkan sarana antara lain menyiapkan daya tampung sekolah. “Sarana kami siapkan dengan sebaik-baiknya, bahkan sudah sangat memadai,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, Senin (20/6).

Dijelaskan, anak lulusan TK di Kabupaten Purworejo mencapai 8.000 anak dan kuota SD yang tersedia 14.000. Untuk data tampung SMP negeri dan swasta, katanya, tersedia kurang lebih 9.000 anak, sedangkan MTs/pondok pesantren kurang lebih 5.000.

Daya tampung SMP/MTs/Ponpes itu, katanya, melebihi jumlah lulusan SD setiap tahun yang mencapai 10.900 anak. “Artinya kalau melihat daya tampung, sudah sangat mencukupi, tinggal kita terus tekan ATS dengan turun langsung menjangkau mereka,” tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan Data Tepadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos tahun 2019, jumlah ATS di Kabupaten Purworejo mencapai 6.805. Mereka berusia antara 7-18 tahun dan tersebar di seluruh wilayah Purworejo.
Kategori ATS adalah mereka yang tidak pernah sekolah, anak tidak melanjutkan sekolah, dan anak putus sekolah. “Untuk faktor penyebabnya beragam, pertama karena ekonomi, menikah, kondisi fisik dan mental tidak memungkinkan untuk sekolah, dan terbatasnya akses, khususnya anak yang tinggal di pelosok. Kondisi Purworejo sebenarnya sama dengan lain,” terangnya.

Disdikbud Kabupaten Purworejo membuat terobosan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mendata ATS di lingkungan mereka. Data tersebut dilaporkan ke dinas untuk dicarikan solusinya. “Kita arahkan mereka untuk ikut pendidikan formal atau nonformal, bahkan jika penyandang disabilitas, bisa diarahkan ke SLB atau masuk ke 12 SD dan 2 SMP inklusi,” terangnya.

Berbagai upaya tersebut, katanya, berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purworejo dari 72,50 pada tahun 2019, menjadi 72,98 pada 2021. Angka rata-rata lama sekolah juga naik dari 7,91 pada tahun 2019 menjadi 8,21 pada tahun 2021. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI