Pemkab Sukoharjo Jamin Program Santunan Kematian Tetap Jalan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo terus menjalankan pemberian santunan kematian bagi warga miskin. Kepastian tersebut sekaligus menjadi jawaban bagi masyarakat setelah santer beredar isu program yang sudah berjalan sejak tahun 2011 akan dihapus atau dihentikan. Nilai yang dibagikan juga terbesar di Indonesia Rp 3 juta per orang.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat pembagian santunan kematian di pendapa Graha Satya Praja (GSP), Rabu (25/09/2019). Program santuan kematian selama ini sudah berjalan dan menjadi andalan Pemkab Sukoharjo.

Keberadaanya bantuan tersebut sangat membantu ahli waris keluarga miskin di Sukoharjo. Nilai yang diberikan sebesar Rp 3 juta per orang merupakan terbesar disemua daerah di Indonesia. Para penerima bantuan juga mendapatkan uang secara utuh tanpa potongan.

Pemkab Sukoharjo sengaja menjalankan program santunan kematian karena melihat pentingnya bantuan. Warga miskin yang meninggal dunia perlu dibantu dengan memberikan bantuan uang tunai pada para ahli waris. Uang diberikan dengan maksud meringankan keluarga yang ditinggalkan untuk mengurus pemakaman dan lainnya.

"Program santunan kematian tetap jalan. Pemkab Sukoharjo tidak menghentikan. Isu diluar kalau menyebut Pemkab Sukoharjo akan menghentikan program santunan kematian itu tidak benar," ujarnya.

Masyarakat khususnya warga miskin diminta tenang dan tidak terpancing isu menyesatkan. Sudah ada jaminan program santunan kematian tetap dijalankan Pemkab Sukoharjo.

"Kenapa harus dihentikan. Sama sekali tidak ada alasan. Pemkab Sukoharjo pro kerakyatan dan membantu masyarakat. Apalagi nilai santunan kematian juga besar Rp 3 juta bahkan terbesar di Indonesia," lanjutnya.

Bupati mengatakan, sejak kali pertama berjalan hingga sekarang total dana santunan kematian yang sudah disalurkan pada ahli waris warga miskin sebesar Rp 98,8 miliar. Nilai tersebut juga terbesar diseluruh daerah di Indonesia. Dana bantuan diperkirakan akan terus bertambah mengingat program serupa masih terus berjalan.

"Ingat dana santunan kematian yang sudah diterima digunakan dengan baik untuk keluarga. Bisa dipakai modal usaha, atau beli ternak. Dana itu harus bermanfaat dan berkembang. Jangan dipakai sembarangan dan terbuang percuma," lanjutnya.

Pada kesempatan di pendapa GSP tersebut bupati juga secara simbolis menyerahkan dana santunan kematian pada ahli waris warga miskin. Total ada 520 orang penerima berasal dari 12 kecamatan. Masing masing menerima dana Rp 3 juta dengan total keseluruhan Rp 1.560.000.000.

"Pada Oktober atau November nanti ada penyerahan dana santunan kematian lagi lebih besar dengan jumlah penerima sekitar 1.700 orang," lanjutnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Sukoharjo Joko Indrianto mengatakan, program santunan kematian tetap dijalankan Pemkab Sukoharjo. Bantuan diberikan pada ahli waris warga miskin yang meninggal dunia.

"Jangan percaya isu diluar menyesatkan. Program santunan kematian tetap berjalan seperti biasa. Pemkab Sukoharjo sudah menjamin itu karena program ini pro rakat," ujarnya.

Dinas Sosial Sukoharjo bangga dengan penyaluran santunan kematian karena merupakan program kebanggaan Pemkab Sukoharjo. Terlebih lagi nilai yang diberikan untuk warga miskin merupakan terbesar di Indonesia. (Mam)

BERITA REKOMENDASI