Pemkab Temanggung Kesulitan Bayar Simpanan Nasabah PD BKK Pringsurat

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Temanggung kesulitan membayar pengembalian uang simpanan nasabah PD BKK Pringsurat, yang dalam kondisi bangkrut. 

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkab Temanggung, Sunardi mengatakan  PD BKK Pringsurat merupakan salah satu dari sembilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Kabupaten Temanggung. 

“Saham dimiliki pemkab 49 persen dan Pemprov Jateng 51 persen,” katanya, Senin (16/12/2019).

Dikatakan berdasarkan laporan tertulis, perusahaan daerah ini mengalami kerugian sejak tahun 2017. Namun setelah dilakukan audit khusus, ternyata PD BKK Pringsurat sudah rugi sejak tahun 2009. 

Kerugian yang diderita PD BKK Pringsurat dari 2009 sejak saat ini diperkirakan sekitar Rp 115 miliar. Padahal aset yang dimiliki PD BKK Pringsurat ditaksir hanya di kisaran Rp 14 miliar saja. Kerugian terjadi karena ada salah kelola dan praktek korupsi yang dilakukan karyawan. 

“Kasus korupsi perusahaan daerah tersebut masih ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung,” katanya.

Dikatakan PD BKK Pringsurat faktanya sudah kolaps dan tidak mampu membayar uang nasabah. Bank ini memang belum ditutup, tapi sudah tidak operasional, atau menjadi bank beku. 

“Kami dari pemegang saham, sedang mengusahakan untuk membayar uang nasabah,” katanya.

Dikatakan tujuh BUMD lainnya, masih dalam kondisi bagus dan sehat. Dari tujuh BUMD itu, lima diantaranya yakni Bumi Phala Wisata, PDAM, Bank Pasar, Aneka Usaha, Apotik Waringin, 100 persen sahamnya dimiliki Pemkab Temanggung.

Lalu PD BPR BKK Temanggung dengan kepemilikan saham 51 provinsi dan 49 persen Pemkab. Dua lainnya  adalah Bank Jateng dengan kepemilikan saham Pemkab 1,38 persen. Serta Jamiman Kredit Daerah (Jamkrida) dengan kepemilikan saham Pemda 0,38 persen. 

Berdasarkan catatan Bagian Perekonomian Pemkab Temanggung pada tahun 2019 ini Aneka Usaha menyetor deviden Rp 100 juta, Apotek Waringin setor deviden Rp 160 juta, PD BPR BKK Temanggung setor deviden Rp 1,2 miliar, Bumi phala wisata setor deviden Rp 750 juta, dan Bank Pasar setor deviden Rp 5,1 miliar.(Osy)

BERITA REKOMENDASI