Pemkab Temanggung Minta Mentan Serap Bawang Putih Petani

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung memohon pada pemerintah pusat menolong kehidupan petani disaat wabah Covid-19 dengan menyerap bawang putih hasil panen. Pemerintah pusat juga harus mewajibkan para importir mitra petani membeli bawang putih lokal.

“Mohon pada menteri pertanian untuk menyelamatkan petani bawang putih yang sekaligus untuk pencapaian swasembada bawang putih pada 2021,” kata Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, Jumat (24/04/2020).

Dia mengatakan harga bawang putih sangat rendah yang membuat petani merugi. Harga panen cabut basah Rp 8000 – Rp 10.000 per kilogram, kering magel konsumsi Rp 20.000 per kg, kering benih di petani Rp 35.000 per kg dan kering benih di penangkaran siap tanam Rp 45.000 per kg. “Ada penurunan harga, kering konsumsi normalnya Rp 25.000 tetapi menjadi Rp 20.000 per kg,” katanya.

Ia mengatakan Menteri Pertanian untuk memberlakukan kembali Permentan nomor 38/PERMENTAN/HR/060/11/2017 yang mengatur wajib tanam bagi importir bawang putih sebelum mendapatkan rekomendasi import produk hortikultura (RIPH) dan ijin impor.

Dikemukakan harga bawang putih rendah karena importir tidak memesan bibit pada penangkar untuk mendapat RIPH melainkan cukup hutang tanam. Masuknya impor bawang putih bersamaan dengan musim panen bawang putih lokal, dan dampak dari covid-19 yang membuat akses tidak lancar.

Dikatakan mulai 2016 Temanggung menjadi kabupaten unggulan untuk mengembangkan tanam bawang putih dengan luasan 350 ha program APBN. Luasan sampai 2019 mencapai kisaran 3000 ha dengan produksi 24.000 ton basah atau setara 12.000 ton kering. Pada tahun 2020 mencapai 2.381 ha dan 70 persennya telah dipanen dengan produksi 6.667 ton, terinci untuk bibit 1845 ton dan sisanya 4822 ton untuk konsumsi.

“Kebutuhan bawang putih nasional 550.000 ton per tahun sedangkan produksi dari Temanggung mencapai 88.000 ton dimana 20 persennya diproduksi dari Temanggung,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI