Pemkab Temanggung Tambah Anggaran untuk Premi BPJS

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kebijakan kenaikkan Premi Asuransi BPJS oleh Presiden pada 2020, memaksa Pemerintah Kabupaten Temanggung menambah subsidi untuk membayar premi kelas 3 sebesar Rp 12 miliar.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Bowo mengatakan semula Pemkab Temanggung menyiapkan dana subsidi untuk menanggung iuran BPJS masyarakat kelas 3 senilai Rp 15 miliar. Namun karena ada kebijakan dari Pemerintah pusat akan kenaikkan premi BPJS  maka konsekuensinya juga menambah subsidi.

"Tahun ini ada tambahan sekitar Rp 12 miliar menjadi Rp 27 miliar sehubungan adanya kenaikan tarif premi iuran BPJS mulai tahun 2020 ini," kata Bowo, Sabtu (11/1/2020).

Dia mengatakan per 1 Januari lalu Pemerintah telah memutuskan kenaikan tarif premi iuran BPJS sebesar 100 persen. Yakni untuk masyarakat kelas 1 dari semula Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu. Kelas 2 dari tarif semula Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu. Kemudian untuk kelas 3 dari tarif semula Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu saat ini.

Dikemukakan di Temanggung, masyarakat penerima subsidi untuk iuran premi BPJS kelas 3 yang sekitar 350 ribu jiwa yang semula terdata di program Jaminan Kesehatan Temanggung (JKT). Iuran premi BPJS 350 ribu jiwa atau setara 52 persen total penduduk Temanggung ini ditanggung oleh APBD Kabupaten/kota.

"Ada sejumlah 10.500 jiwa yang semula masuk Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jateng juga masuk subsidi premi BPJS," katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Temanggung Sunardi menambahkan total dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemkab Temanggung tahun 2020 ini sejumlah Rp 31.630.157.000. Dari dana tersebut sebagian dialokasikan untuk subsidi premi BPJS masyarakat kelas 3. (Osy)

BERITA REKOMENDASI