Pemkab Temanggung Terjunkan Ratusan Petugas Pantau Penyembelihan Korban

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRjogja.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung menerjunkan ratusan petugas untuk memantau dan memeriksa penyembelihan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan petugas yang diterjunkan sekitar 222 orang yang terdiri dari dokter hewan, penyuluh dan inseminator.

“Secara garis besar mereka akan memeriksa ante mortem dan post mortem pada hewan kurban,” kata Joko Budi Nuryanto, Kamis (7/7).

Dikatakan Joko Budi Nuryanto, pada pemeriksaan ante mortem antara lain bertujuan mencegah pemotongan hewan yang secara nyata menunjukkan gejala klinis penyakit hewan menular dan zoonosis atau tanda-tanda yang menyimpang.

Tujuan lain katanya mencegah kontaminasi dari hewan atau bagian dari hewan yang menderita penyakit kepada petugas, peralatan dan lingkungan.

“Pemeriksaan juga untuk menentukan status hewan dapat  dipotong, ditunda atau tidak boleh dipotong. Selain mencegah pemotongan hewan betina produktif,” tegasnya.

Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Temanggung Mukhlis mengatakan pemeriksaan post mortem diterangkan adalah pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah disembelih. Pemeriksaan dilakukan setelah penyelesaian penyembelihan, dan pemeriksaan dilakukan terhadap kepala, karkas dan jeroan.

“Pemeriksaan ini untuk jaminan bahwa karkas, daging, dan jeroan yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi. Selain mencegah beredarnya bagian/jaringan abnormal yang berasal dari pemotongan hewan sakit,” kata dia.

Pemeriksaan post mortem ini cukup sederhana, misalnya  jika ditaburi garam jeroan keluar cacing maka langsung ditentukan jeroan tidak layak konsumsi.

Harapan, kata dia dengan diterjunkan petugas itu daging kurban yang beredar di masyarakat sebagai daging aman, sehat, utuh dan halal untuk dikonsumsi.

Mukhlis mengatakan petugas terjun di 20 kecamatan yang ada. Mereka akan mendatangi di lokasi-lokasi penyembelihan hewan kurbannya banyak.

Jadi kata dia, kemungkinan tidak semua lokasi penyembelihan didatangi. Petugas akan datangi jika ada laporan tertentu misal masyarakat ragu apakah binatang tersebut layak dipotong atau dagingnya layak dikonsumsi atau tidak.

Disampaikan berdasar perkiraan ada 13 ribu kambing yang akan disembelih pada tahun 2022 sedangkan sapi mencapai 1200 ekor. (Osy)

BERITA REKOMENDASI