Pemkot Magelang Keluarkan Surat Edaran Penjualan Bahan Pokok

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Surat Edaran (SE) tentang penjualan bahan pokok, barang penting dan komoditas pangan lainnya dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang. SE bernomor 510/520/250 tertanggal 18 Maret 2020 itu berisi imbauan kepada para pedagang kebutuhan pokok untuk tidak melakukan penjualan dalam jumlah besar, apalagi terhadap orang yang tidak dikenal.

“Imbauan ini dalam rangka pengendalian dan pemerataan kesempatan kepada masyarakat atau konsumen, serta mengutamakan komoditi atau produk pangan lokal untuk diperdagangkan,” kata Kepala Disperindag Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo, Jumat (20/03/2020).

Dikatakan, pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok khususnya beras, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong kebutuhan pokok (panic buying) ditengah pendemi virus corona beberapa waktu terakhir ini. Meskipun demikian, untuk menjamin ketersediaan barang pokok penting dan komoditas pangan lainnya, pemerintah melakukan pembatasan setiap transaksi pembelian untuk kepentingan pribadi.

Kebutuhan pokok penting yang dibatasi diantaranya beras maksimal pembelian 10 kilogram, gula pasir maksimal 2 kilogram, minyak goreng maksimal 4 liter dan mi instan 2 dus. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Drs Joko Budiyono MM menambahkan tim Disperindag Kota Magelang telah melakukan pengecekan ke pasar-pasar tradisional untuk memantau perkembangan harga.

Ini akan dilakukan terus untuk mengetahui perkembangan yang terjadi. “Pemantauan akan dilakukan terus ke lapangan, sehingga apabila terjadi lonjakan harga maka akan segera ada tindakan dari Pemkot Magelang,” katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI