Pemuda Sambeng Dirikan Perpusdes dan Pasar Wisata

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemuda Desa Sambeng Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo mendirikan perpustakaan desa (perpusdes) dan Pasar Wisata Bokong Semar, di tepi Sungai Kedunggupit, Minggu (29/12/2019). Mereka mengkolaborasikan keduanya untuk menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kepala Desa Sambeng Heru Setyawan STP mengatakan, pasar dan perpustakaan merupakan ide pemuda setempat. Mereka ingin memanfaatkan tepian sungai yang dikenal dengan sebutan Bokong Semar untuk aktivitas yang bermanfaat. "Perpustakaan penting karena selama ini pemuda kesulitan mencari pekerjaan di daerah, sehingga harus merantau. Perpustakaan menjadi tempat mereka belajar sehingga bisa memanfaatkan potensi lokal dan membuka lapangan kerja," tuturnya kepada KRJOGJA.com. 

Menurutnya, pemuda tidak ingin sekedar mendirikan perpustakaan. Maka konsep itu dikolaborasikan dengan pasar wisata yang menjual aneka potensi pangan lokal dan kerajinan produksi warga setempat. 

Pengelolaan perpusdes dan pasar wisata dilakukan pokdarwis setempat di bawah naungan bumdes. "Desa punya andil membangun, misal untuk perpustakaan, dialokasikan APBDes dan Dana Desa sebesar sembilan juta rupiah," ucapnya. 

Heru menambahkan, pokdarwis akan mengonsep wisata outbond dan petualangan memanfaatkan aliran Sungai Kedunggupit. "Tidak lama lagi akan dirilis. Tentu harapan pemdes, adanya sarana itu bisa menjadi peluang kerja bagi warga dan muaranya adalah peningkatan kesejahteraan," tegasnya. 

Peresmian dihadiri Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno SSTP, Danramil 09 Pituruh Kapten Inf Maryono, Polsek Pituruh, dan kepala desa sekitar. Dalam sambutannya, Camat Pituruh mengatakan, perpusdes yang dikolaborasikan dengan pasar wisata adalah ide menarik. "Keduanya bisa bersinergi, misal dengan kenyamanan pasar wisata akan meningkatkan minat baca, sebaliknya adanya perpusdes akan menarik minat warga datang ke pasar wisata," tegasnya. 

Namun, Yudhie mengingatkan pemdes dan pengelola untuk terus berjuang mengingat pendirian itu masih tahapan awal. "Ini masih awal, belum tentu satu dua minggu langsung sukses, bahkan mungkin butuh waktu berbulan sampai tahunan. Maka pemuda harus selalu kreatif dan kerjasama dengan desa lain untuk mewujudkan wisata kawasan yang lebih bersifat kontinyu," tandasnya.(Jas)
 

BERITA REKOMENDASI