Pemukiman Kumuh Jadi Tantangan

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota Magelang terus mengupayakan agar permasalahan kawasan kumuh, air bersih, dan akses sanitasi bisa teratasi. 

Hal itu sejalan dengan program 100-0-100 yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni seratus persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh, 100 persen akses sanitasi.

"Pemerintah pusat mencanangkan program 100-0-100 bisa tercapai tahun 2019 mendatang. Sebagai suatu bentuk kepedulian kami terhadap program strategis pemerintah pusat, program 100-0-100 ini kami masukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang Joko Soeparno saat pembukaan lokakarya evaluasi pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Magelang yang dilaksanakan di Gedung Wanita, Rabu (27/12/2017). 

Pembukaan dilakukan Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina. Dikatakan, pada penyusunan RPJMD di tahun 2015 lalu Kota Magelang masih memiliki 120 hektar kawasan kumuh. Kemudian akses air bersih baru sedikit diatas 80 persen dan masalah sanitasi bersih 6 persen. 

"Di seluruh kelurahan ada kawasan kumuh. Untuk itu kita prioritaskan pengentasan tersebut. Sejak tahun 2016 kami sudah susun program kegiatan untuk penanganan kawasan kumuh melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan," tambahnya.

Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina menambahkan pemukiman kumuh masih menjadi tantangan Pemerintah Kota Magelang. (Tha)

BERITA REKOMENDASI