Penanganan Longsor Keseneng Tertunda Hampir Dua Bulan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO(KRjogja.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo akhirnya menerjunkan alat berat untuk menangani bencana tanah longsor di Kelurahan Keseneng Kecamatan Purworejo, Selasa (9/8). Penanganan bencana akhirnya terlaksana setelah hampr dua bulan tertunda.

 

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Drs Boedi Hardjono mengatakan, penanganan bencana Keseneng dengan alat berat baru dilakukan. "Kejadiannya memang sebulan lalu, bersamaan dengan bencana di Donorati dan Karangrejo," ujarnya kepada KRjogja.com.

Menurutnya, pemerintah desa langsung melaporkan kejadian tersebut. Tim pemantau bencana BPBD juga telah meninjau lokasi longsor. Namun penanganan bencana tersebut tidak bisa langsung dilakukan. Perhatian seluruh elemen masyarakat tercurah pada peristiwa di Donorati, Karangrejo, Sidomulyo, Pacekelan dan Jelok yang menelan puluhan korban jiwa.

Seluruh sumberdaya yang dimiliki pemerintah dan swasta dialokasikan untuk menangani bencana tersebut. "Ketika itu fokus kami menangani lokasi terdampak terparah dan menimbulkan korban. Mulai darurat bencana sampai masa tanggap selama sebulan," ungkapnya.

Setelah penanganan tanggap darurat selesai dan mulai memasuki tahap relokasi, alat berat mulai bisa ditarik dari lokasi bencana di lima desa. "Baru kami inventarisasi lagi lokasi yang membutuhkan bantuan, salah satunya Keseneng," tuturnya.

Dalam penanganan di Keseneng, operator meratakan gundukan tanah untuk membuat jalan baru. Setelah jadi, alat berat akan menggali parit di tepi jalan sebagai saluran irigasi. "Irigasi darurat menggunakan terpal plastik, yang penting saluran bisa berfungsi normal mengairi sawah di Keseneng," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI