Penanganan Pasca Longsor di Purworejo Jadi Percontohan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Penanganan pascabencana tanah longsor dan tanah bergerak di Kabupaten Purworejo dapat menjadi percontohan daerah lain di Indonesia. Pemkab dinilai membuat terobosan yang bagus dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tanah relokasi korban bencana tanah longsor.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI M Syafii Nasution, saat Penyaluran Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) Bagi Korban Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Purworejo, Rabu (7/10/2020). “Model penanganan seperti di Purworejo itu dapat dijadikan percontohan untuk kabupaten kota lain di Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah pusat juga mengapresiasi keberhasilan pemkab dalam membangun sinergitas bebagai unsur dalam penanganan bencana. Berdasar informasi yang disampaikan pemkab, katanya, unsur lintas OPD, pemerintahan tingkat kecamatan hingga desa, dilibatkan dalam kebijakan penanganan bencana.

Pemkab, lanjutnya, memberi kelonggaran kepada masyarakat dengan memperbolehkan apabila mereka memiliki keinginan untuk mengadakan tanah secara mandiri. “Jadi masyarakat korban bencana bisa merasakan bahwa negara itu adil,” ucapnya.

Dikatakan, kemensos menyalurkan bantuan BBR Rp 25 juta perpenerima yang diwujudkan dalam bentuk bahan bangunan. “Kami berharap pembangunan dengan sistem gotong royong, sebab bantuan itu tidak akan cukup. Akan tetapi, ketika aksi saling membantu dan gotong royong dikedepankan, pembangunan akan berjalan baik,” terangnya.

Asisten Administrasi dan Kesra Setda Purworejo Pram Prasetya Achmad mewakili Pjs Bupati Purworejo Yuni Astuti mengatakan, pemkab membeli beberapa bidang tanah untuk dihibahkan kepada korban bencana tanah bergerak di beberapa lokasi, dengan peruntukan dibangun rumah. Pemerintah pusat, lanjutnya, mengapresiasi karena terobosan itu belum pernah dilakukan di daerah lain.

“Purworejo dinilai siap dan program itu sudah dijalankan sejak tahun 2018,” katanya.

BERITA REKOMENDASI