Penataan PKL Alun-alun Kutoarjo Tunggu PPKM Selesai

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKMP) Kabupaten Purworejo berencana melanjutkan penataan pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Kutoarjo setelah pelaksanaan PPKM Level 4. Pemerintah kabupaten (pemkab) memberi kesempatan bagi pedagang luar selter PKL untuk sementara waktu berjualan di halaman selter.

Kepala Dinas KUKMP Purworejo Bambang Susilo mengatakan, pemerintah memiliki rencana untuk memasukkan PKL yang berjualan di kawasan Alun-alun Kutoarjo. PKL yang berjualan di luar selter terdata 29 pedagang. “Ada pedagang di dalam selter dan ada yang masih di luar,” ujar Bambang kepada KRJOGJA.com, Selasa (27/07/2021).

Penataan, katanya, sudah diawali sejak beberapa bulan lalu. Bahkan usai lebaran, Dinas KUKMP telah berencana memasukkan 29 PKL luar ke dalam salter.

Namun, katanya, butuh proses sebelum PKL akhirnya dapat dimasukkan ke dalam selter. “Ada proses seleksi pedagang selter, di mana awalnya terdata 62 pedagang, tapi ada yang tidak mau menempati, sehingga kami lakukan penyisiran,” ungkapnya.

Pedagang yang tidak mau menempati diberi peringatan hingga tiga kali. Mereka yang tetap enggan masuk selter dicabut izinnya dan tidak boleh berdagang lagi di sentra kuliner itu. Tersisa 35 PKL yang konsisten berjualan di dalam selter. “Proses penyisiran itu butuh waktu dan sekarang baru selesai, maka kami berinisiatif undang perwakilan PKL selter dan di luar selter untuk sosialisasi rencana penataan mereka,” tuturnya.

Menurutnya, penataan akan dilakukan setelah PPKM Level 4 rencananya berakhir pada 2 Agustus 2021. “Setelah PPKM selesai, PKL kita tata, kalau sekarang kami terus terang tidak tega karena situasi ekonomi belum memungkinkan,” ucapnya.

Dikatakan, 29 pedagang luar selter untuk sementara ditempatkan di halaman parkir sentra kuliner karena proses pembangunan Perpustakaan Kutoarjo dan kawasan alun-alun. “Jadi sementara saja berada di halaman parkir, nanti begitu selesai PPKM kita tata lagi. Harapan kami ada kompromi,” ucapnya.

Perwakilan PKL Sentra Kuliner Kutoarjo Slamet mengatakan, dinas mengundangnya hadir untuk berembug soal penataan PKL. “Kalau bisa masuk ya masuk, kalau tidak mau masuk kami mengharapkan lahan parkir dikembalikan sebagaimana fungsinya. Selain itu, kalau mereka tidak mau masuk, kami minta diizinkan memasukkan pedagang lain ke dalam selter, sehingga selter itu ada penghuninya dan tampak ramai,” katanya.

Keberadaan PKL di parkir, katanya, dinilai mengganggu pedagang di dalam selter. Sebab, lanjutnya, calon konsumen kesulitan untuk parkir di dalam kompleks selter. “Harapan saya pemerintah konsekuen dengan apa yang menjadi kesepakatan, misal dulu kesepakatannya H+7 masuk, tapi nyatanya sampai sekarang belum terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum PKL luar selter Kunto Wibisono menambahkan, pedagang luar selter siap mengikuti kebijakan pemkab. Pada rencana penataan tahap awal, katanya, PKL luar belum mau masuk karena fasilitas yang belum mumpuni.

“Namun tadi dijawab oleh pemerintah bahwa sebagian fasilitas sudah dipenuhi, jadi prinsipnya kami siap masuk selter tapi kami juga ingin tahu apakah PKL dalam mau menerima kami terkait dengan skema yang kami ditawarkan,” terangnya.

Dulu, katanya, PKL luar diminta masuk tapi akan ditempatkan di bagian belakang sehingga ditolak pedagang. “Kalau skema kami adalah akses masuk diperbanyak, dari dua kami usulkan empat akses, nantinya apakah dibuat model foodcourt dengan parkir di tengah dan dikelilingi PKL, atau skema kedua kami berjualan di luar dengan diberikan tenda,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI