Penderita Thalassaemia Butuh Perhatian Khusus

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kendatipun penyakit ini belum begitu akrab di telinga masyarakat Kabupaten Purworejo, namun para orang tua penderita Thalassaemia merasa membutuhkan perhatian khusus bagi penderita. Termasuk fasilitas perawatan di rumah sakit (RS), sehingga tidak dicampur dengan pasien lain.

“Di Purworejo sampai saat ini tercatat ada 25 orang yang menderita Thalassaemia, mayoritas anak-anak. Kami berharap ada bangsal khusus untuk penderita Thalassaemia agar tidak dicampur dengan pasien lain. Karena proses transfusi tidak membutuhkan waktu lama,” kata Supriyati, usai terpilih menjadi Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia (Popti) Kabupaten Purworejo, Jumat (02/06/2017).

Usai pembentukan pengurus Popti di Gedung PKK Purworejo Supriyati menjelaskan, Thalassaemia merupakan kelainan sel darah merah. Sel darah ini tidak dapat bertahan lama dan mudah rusak sehingga tubuh membutuhkan transfusi darah. Hingga saat ini, penyakit ini belum ada obatnya. “Yang dapat dilakukan hanyalah dengan transfusi darah ketika penderita terlihat pucat dan lesu,” jelasnya.

Menurut Supriyati, bangsal khusus untuk penderita Thalassaemia ini sudah disediakan di rumah sakit di berbagai daerah. Dan usulannya itu cukup logis mengingat pengidap Thalassaemia harus secara rutin melakukan transfusi darah. Bahkan dalam satu bulan bisa lebih dari satu kali. “Kami khawatir jika dicampur dengan pasien lain akan mudah menular,” keluhnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI