Pendidikan Kimia Unimus Selenggarakan Penguatan Penelitian Program MBKM

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Dalam rangka penyiapan anggota peneliti Hibah Riset Keilmuan untuk menunjang kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM),Peneliti bekerjasama dengan Program Studi S1 Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Bentuk Kegiatan Pembelajaran Penelitian Program MBKM melalui zoom meeting bersama mahasiswa semester VI dan VIII.

Kegiatan dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, yakni pada hari Kamis, 27 Januari 2022 dan Jum’at 4 Februari 2022 dengan pemateri Muhammad Imadudin SPd MPd MSi anggota Peneliti Hibah Keilmuah yang merupakan dosen IAIN Kudus. Kegiatan ini pun terus berlanjut sampai sekarang.

Fitria Fatichatul Hidayah SSi MPd selaku ketua penerima hibah riset keilmuan 2022 yang juga ketua program studi pendidikan kimia Unimus kepada pers di Semarang Rabu (11/5/2022) menyampaikan harapannya pembekalan ini bisa memberikan gambaran kegiatan penelitian sangatlah mudah jika direncanakan, dilaksanakan dan ditulis dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengetahui hal-hal yang urgent untuk dipersiapkan sebelum pelaksanaan penelitian sehingga mampu meningkatkan kinerja di bidang penelitian dan mampu menghasilkan karya ilmiah sebagai hasil atau output dari kegiatan ini”, tutur Fitria.

Menurut Fitria, judul penelitian yang memperoleh pendanaan dari LPDP ini “Optimasi Kepraktisan dan Produksi Komponen Instrumen Terpadu (KIT) Microscience untuk Pembelajaran Praktikum Masa Pandemi Berorientasi Sustainable Development”.
Pada pertemuan pertama, narasumber Imadudin bersama mahasiswa mengawali pertemuan dengan diskusi riset terkait kendala-kendala yang dihadapi selama pengerjaan dan pelaksanaan penelitian oleh masing-masing mahasiswa. Kemudian masing-masing mahasiswa menyampaikan kendala yang dialami.

Permasalahan mahasiswa sebagian besar antara lain terkendala dalam penentuan metode penelitian yang sesuai topik, mengolah data penelitian, tahapan-tahapan penelitian, dan pengumpulan data. Sehingga dari permasalahan tersebut, Imadudin dapat menganalisis permasalahan-permasalahan yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa dan dapat merencanakan topik diskusi. Rencana topik diskusi meliputi pengumpulan artikel mahasiswa, paradigma riset kualiatatif, kuantitatif dan mix method, gambaran riset lapangan, teknik sampling, pengumpulan dan analisis jenis data kualitatif dan kuantitatif.

Pertemuan selanjutnya, Imadudin menjelaskan tentang paradigma atau cara pandang sains yang ternyata tidak sama.

“Jadi mahasiswa pendidikan kimia Unimus memiliki arah penelitian yang bisa jadi akan berbeda dengan kampus-kampus lainnya. Karena setiap program studi memiliki roadmap penelitian yang berbeda”, jelas Imadudin. Ditegaskan pula terkait penentuan teknik penelitian.

“Teknik penelitian itu memiliki desain tertentu, desain tertentu tersebut harus jelas dan rinci mulai dari sampelnya menggunakan metodologi apa, pengambilan sampel bagaimana, kriteria apa saja yang harus terpenuhi, kemudian bagaimana kelas yang digunakan itu semua harus didesain dari awal”, ujar Imadudin. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI