Pendidikan Multikulturalisme Menghargai Perbedaan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Para pelaku pendidikan dituntut untuk mampu memahami generasi milenia, mengingat merekalah yang memiliki dan memikirkan masa depan dengan berbagai tantangan yang  akan menjadi salah satu elemen penting  dalam mengubah masa depan bangsa ke arah yang lebih baik.

“Pendidikan harus mampu menghargai perbedaan dan keanekaragaman (multikulturalisme) anak didik yang pada akhirnya akan menentukan kedamaian masa depan bangsa. Mengingat generasi milenial merupakan orang-orang yang memikirkan masa depan dan tantangan yang lebih berat untuk kebaikan kedepan,” kata dosen senior pascasarjana S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) UMS Prof Dr Musa Asy’ari

dalam seminar nasional pendidikan dengan tema ‘Peran dan tugas guru dalam mendampingi generasi milenial’ yang diselenggarakan PGRI cabang khusus (Cabsus) Kementerian Agama (Kemenag) Purworejo di Gedung PGRI setempat. Seminar dalam rangka memperingati hari guru nasional, HUT PGRI yang ke-73 serta memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-77 tahun 2018 ini diikuti sekitar 274 guru dari berbagai daerah. Sedang puncak Hari Guru dan PGRI berlangsung,  Minggu (25/11) dengan apel bersama di Alun-alun besar Purworejo, Minggu (25/11/2018).

Musa Asy’ari menandaskan bahwa para generasi milenia merukan harapan besar bagi masa depan bangsa ini. “Merekalah yang nantinya akan menjadi penerus generasi sekarang dengan berbagai tanggungjawab yang lebih besar,” jelasnya.(Nar)

BERITA REKOMENDASI