Penentuan UMK 2022 Temanggung, Serikat Buruh Datangi kantor Bupati

Editor: Ary B Prass

 

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Serikat buruh yang tergabung dalam Dewan Pengurus Cabang Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, dan Pertanian (F Hukatan) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Temanggung menemui Bupati Temanggung Al Khadziq Rabu (24/11/2021) siang.

Sekretaris DPC F Hukatan KSBSI Kabupaten Temanggung Wahyudi mengatakan serikat buruh menginginkan Bupati Al Khadziq dalam rekomendasi ke Gubernur Jateng dalam penentuan UMK 2022 sebesar 3 – 3,5 persen dan tidak meningkat sebesar 0,15 persen atau Rp2.832.

“Serikat buruh meminta agar bupati merekomendasikan pada Gubernur kenaikkan UMK 2022 ada di tengah-tengah yakni 3 sampai 3,5 persen,” kata Wahyudi.

Disampaikan perusahaan di sektor garmen, sepatu, kulit, kayu dan perkebunan sudah tidak terkena dampak negatif pandemi Covid-19. Kondisi perusahaan membaik dan dalam 3-4 bulan terakhir ada peningkatan ekspor, ini yang menjadi pemikiran serikat pekerja meminta menaikkan UMK. Yang terdampak itu, terang dia adalah sektor transportasi, hotel dan pariwisata. Jika di sektor itu perusahaan tidak menaikkan UMK tidak masalah, mereka bisa kerja saja.

Dia mengatakan pertemuan tripartit antara Apindo, Serikat Buruh dan Pemerintah, diputuskan kenaikkan UMK Rp 2.832. Atas putusan itu serikat buruh menolak dan tidak mau tanda tangan berita acara. Logika berpikir buruh adalah rata-rata kenaikkan upah di Jateng naik 0,78 persen, dan kenaikkan rata nasional 1,09 persen dan inflasi naik 1,28 persen. “Jika kenaikkan 0,15 persen apa tidak kasihan buruh, sebab daya beli buruh semakin menurun,” katanya.

Hasil konsultasi dengan pemerintah propinsi yang terpenting adalah antara 0,15 persen sampai batas atas yakni Rp 2.002.527. “Kenaikkan yang diusulkan buruh tidak sampai 2 juta, yakni sekitar Rp 1,9 juta. UMK Temanggung saat ini Rp 1.885.000,” kata dia.

 

BERITA REKOMENDASI