Penentuan UMK 2022 Temanggung, Serikat Buruh Datangi kantor Bupati

Editor: Ary B Prass

Sementara pemilik perusahaan sebenarnya tidak ada masalah kenaikkan hingga 3 persen, sebab mereka tahu kondisi perusahaan tidak seperti pengurus Apindo. “Pengurus Apindo adalah HRD perusahaan bukan pemilik perusahaan, tetapi mereka ngotot kenaikkan 0,15 persen,” kata dia.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan belum akan mengirimkan surat rekomendasi UMK 2022 di Kabupaten Temanggung pada Gubernur Jawa tengah sebelum ada kesepakatan antara serikat buruh dengan perusahaan.

“Kami menginginkan perusahaan dan serikat buruh kembali bertemu untuk membicarakan UMK 2022. Kami menunggu sampai akhir bulan,” kata Bupati Temanggung Al Khadziq, usai menemui serikat pekerja di Ruang Gajah komplek kantor Bupati Temanggung, Rabu (24/11/2021)

Bupati tidak bisa melakukan veto untuk memutuskan rekomendasi UMK apakah versi serikat pekerja maupun pengusaha. “Melakukan veto tidak bijak, lebih baik dibicarakan kembali, melakukan pertemuan tripartit hingga menyepakati besaran UMK 2022,” kata dia.

Dia mengatakan bagi pengusaha kenaikkan Rp 200 pun sangat berharga. Sebab pemikiran mereka dikalikan dengan jumlah buruh yang ada dan selama satu tahun, hasilnya sangat besar. Pemerintah menjaga agar investor betah, tenang dan nyaman menjalankan usaha di Temanggung. Tetapi dipihak lain UMK juga harus meningkatkan kesejahteraan buruh. Jika sampai akhir November tetap tidak ada kesepakatan maka hasil hasil rapat dan catatan keberatan akan disampaikan pada usulan UMK.

“Biar nanti Gubernur yang memutuskan UMK di Temanggung,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI