Penerapan Prokes di Pasar Tradisional Diawasi Ketat

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRjogja.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung meminta pada pedagang dan pengunjung pasar tradisional untuk ketat dalam menerapkan protokol kesehatan untuk menekan angka penularan Covid-19.

Kepala Dinas UMKM, Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Sri Haryanto mengatakan penerapan prokes secara ketat di pasar tradisional untuk kebaikan bersama, terutama demi kesehatan pengunjung maupun pedagang.

“Pedagang dan pengunjung harapan selalu sehat, sehingga roda ekonomi akan berjalan dengan baik. Maka itu harus taati prokes saat di pasar tradisional,” kata Sri Haryanto, Kamis (29/7).

Dikatakan Sri Haryanto pada masa pemberlakukan perpanjangan PPKM Darurat diharapkan pengunjung semakin sadar kesehatan dan menerapkan prokes. Pengunjung yang sedang sakit diminta untuk tidak lebih dahulu beraktivitas di pasar sebab riskan menularkan atau tertular berbagai penyakit.

“Yang sakit lebih baik di rumah untuk istirahat satu atau dua hari sampai pulih, setelah itu baru kembali berakrivitas di pasar tradisional,” kata dia.

Dikemukakan ada sejumlah pasar tradisional milik Pemkab dengan jumlah pedagang mencapai ribuan. Empat pasar besar yakni Pasar Kliwon di Kecamatan Temanggung, Pasar Legi di Kecamatan Parakan, Pasar Ngadirejo dan Candiroto. Pasar lainnya seperti Kranggan dan Pingit Pringsurat.

BERITA REKOMENDASI