Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Belum Maksimal

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Purworejo dari sektor pajak hotel dan restoran yang mencapai Rp 3.440.206.578 dinilai belum maksimal. Terutama untuk pajak restorannya, yang semestinya sudah dibebankan kepada konsumen.

“Sejauh ini pemilik restoran atau rumah makan biasanya hanya menyetor pajak dengan jumlah tertentu,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Purworejo H Adi Kurnia Putra MM, Selasa (30/1).

Pajak restoran ini menurut Adi Kurnia Putra, sebenarnya tidak hanya terbatas bada rumah makan atau warung makan serta kelas restoran saja, namun juga menyentuh pada pedagang makanan lainnya, termasuk warung angkringan yang menyediakan makanan dan minuman. “Rata-rata mereka baru sekadar membayar retribusi, namun belum dikenakan pajak. Karena selama ini yang dikedepankan baru rumah makan dan restoran,” jelasnya.

Pendapatan dari pajak restoran sebesar Rp 3.092.576.227 lanjut Adi Kurnia Putra, sementinya masih bisa ditingkatkan jika pihak pemungut pajak turun langsung ke lapangan dan mendata secara riil dengan mengedepankan prinsip keadilan. “Saya yakin jika pajak ini dimaksimalkan, akan memberikan PAD lebih besar lagi,” katanya.(Nar)

 

BERITA REKOMENDASI