Pengadu Dugaan Pemalsuan Diintimidasi, Warga Wonotopo Geruduk Kantor Desa

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Puluhan warga Desa Wonotopo Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo mendatangi kantor desa setempat, Kamis (9/7). Mereka menyerahkan surat pernyataan atas indikasi terjadinya intimidasi dan tekanan terhadap empat pengadu dugaan pemalsuan dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBDes Wonotopo. Penanggung jawab perwakilan warga Tanto meminta tidak ada lagi intimidasi terhadap pengadu.

“Kami berharap pihak teradu yakni kepala desa, untuk bisa menghargai proses hukum yang berlangsung tidak melakukan main hakim sendiri atau melawan di luar jalur hukum,” tuturnya saat audiensi dengan perangkat desa.

Tanto memperingatkan jika warga akan menempuh jalur hukum apabila masih terjadi intimidasi terhadap pengadu dan keluarganya. Warga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Dalam surat pernyataan, dugaan intimidasi mengemuka ketika pihak desa mengundang Ketua BPD Wonotopo Muchsin selaku pengadu, untuk diminta klarifikasi ke kantor desa pada Rabu 1 Juli 2020. Namun, Muchsin tidak berkenan hadir kecuali didampingi penasehat hukumnya.

Kemudian, pengadu dijemput kepala desa dan sejumlah perangkat untuk datang ke kantor desa pada Rabu sore. Sesampai di kantor desa, Muchsin diminta untuk menandatangani surat pencabutan aduan. Namun, pengadu tidak bersedia menandatangani. Setelah itu, beberapa keluarga teradu mendatangi pengadu. Mereka memberi tekanan kepada istri pengadu untuk menanggung beban utang desa, pribadi, dan perekonomian apabila para teradu masuk penjara.

BERITA REKOMENDASI