Pengelolaan Dana BOS tidak Transparan, Sekolah Main Pecat

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejumlah guru dan karyawan pada sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dikelola suatu yayasan di Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo menjadi korban pemecatan secara sepihak. Menyusul tidak transparansinya pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) oleh pihak sekolah/yayasan. Bahkan oleh pihak yayasan laporan penggunaan dana BOS dalam buku kas tunai dibuat dua versi, dimana yang dipalsukan yang dilaporkan kepada pemerintah.

“Suatu saat saya dipanggil pihak yayasan dan disodori surat pernyataan pengunduran diri dan diminta mendandatangai bukti penerimaan uang Rp 2.100.000 sebagai tali asih. Tapi saya tidak mau,” kata Hangga Permana, salah seorang guru yang menjadi korban pemecatan, Jumat (21/12/2018).

Hangga Permana  bersama guru lainnya Burhan Subekti, Rahmat Adhi Wibowo, Tri Ardianto, dan karyawan bengkel Nur Cahyono mengaku diberhentikan dari sekolah itu tanpa ada kesempatan untuk memberikan pembelaaan. Hanya dalam surat pemberhentian hubungan kerja yang ditandatangani Ketua Yayasan Muhammad Tafsir Iman disebutkan bahwa yang bersangkutan tidak sejalan/perbedaan visi misi dengan pihak sekolah.

Sebenarnya menurut Burban Subekti, aksi pemecatan ini berawal dari aksi demo para siswa yang menuntut haknya berupa atribut/kelengkapan seragam yang belum dibagikan, padahal para siswa sudah membayar biaya sekolah lunas. (Nar)

BERITA REKOMENDASI