Pengembangan Media Pembelajaran Matematika, Berbasis HOTS dan Penanganan Siswa

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Guru-guru SD Muhammadiyah Gombong Kebumen telah mengikuti Seminar dan Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Matematika berbasis HOTS dan Penanganan Perilaku Sosial Negatif Siswabagi Guru SD Muhammadiyah Gombong yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni, 26 September dan 10 Oktober lalu. Pelatihan menghadirkan narasumber Dra Widayati MSc dan Dr Mujidin MSi. Peserta berjumlah 36 yang diikuti guru-guru MIM Maduresadan SD Kreatif Muhammadiyah Gombong Kebumen.

“Acara workshop berlangsung di MIM Maduresadan SD Kreatif Muhammadiyah Gombong Kebumen. Pembukaan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Ketua Dikdasmen PCM Gombong Kebumen DrsAlip Suwarsono,” kata Dra Widayati MSc, dosen prodi Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada KRJOGJA.com, Selasa (12/10/2020).

Alip Suwarsono dalam momentum saat itu mengatakan, menghadapi situasi apapun kita harus berpikir tingkat tinggi, apa yang kita miliki merupakan anugerah yang luar biasa, akan meningkatkan potensi.

“Jangan terhenti dengan yang sudah diperoleh pada acara workshop, mohon untuk dapat diterapkan di kelas. Supaya pelajaran Matematika menjadi menyenangkan bagi siswa. Bapak dan ibu guru supaya dapat mengembangkan dengan apa yang diperoleh. Bagaimana cara menangani perilaku siswa harusnya ada perubahan sebelum dan setelah mengikuti seminar dan workshop,” ujarnya.

Sedangkan Dra Widayati MSc menjelaskan, pada pembelajaran sekarang menggunakan Kurikulum 2013, kurikulum ini lebih menekankan berpikir kritis, kreatif. Tuntutan Kurikulum 2013 harus sampai pada taraf mencipta, makasiswa harus terus menerus dilatih untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikirkritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikirkreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, hal ini sangat perlu dilatih pada anak sejak anak usia SD bahkan TK dengan diperkenalkan dengan benda-benda yang sifatnya konkrit.

Menurut pengamatan Widayati, masih banyak siswa SD yang mengatakan Matematika itu sulit, masihbanyak juga siswa yang tidak suka belajar Matematika. Kondisi ini sangat memprihatinkan, dikarenakan Matematika itu menjadi dasar ilmu-ilmu lain.

Pada usia SD masih berpikir konkrit, penjelasan Matematika yang disajikan dengan Alat peraga menjadikan siswa mudah memahami konsep. Dengan Alat Peraga Matematika juga dapat melatih dalam menyelesaikan soal-soal berbasis HOTS, dengan menyenangkan.

“Sehingga siswa tidak terbebani dengan pelajaran Matematika, belajar matematika menjadi menyenangkan,” ucapnya. Dalam satu sekolah pasti ada siswa yang sulit fokus dalam belajar, ada juga siswa yang berperilaku sosial negatif.

Sementaraitu, Dr Mujidin MSi dalam kesempatan itu menyampaikan, perlunya guru Matematika mendeteksi perilaku-perilaku anak yang sulit fokus maupun anak yang mempunyai perilaku social negatif. Karena untuk belajar Matematika itu perlu fokus, maka seorang guru Matematika juga sangat perlu menangani anak-anak yang gagal fokusini.

Jadi seoarang guru Matematika juga perlu belajar psikologi anak. Terutama untuk mendeteksi anak-anak yang mempunyai perilaku yang tidak mendukung untuk bisa baik dalam belajar Matematika.

Pembelajaran Matematika itu sebenarnya mudah,kalau bisa fokus, cermat dan teliti, serta mempunyai motivasi karena matematika itu ilmu eksak, ilmu pasti yang dari zaman dulu, zaman pytagoras sampai sekarang masih tetapil muitu tidak berubah. Hanya anak perlu konsentrasi, perlu banyak latihan dan jangan sampai ada missing link atau ketinggalan atau jangan sampai ada materi yang ketinggalan sehingga akan mempersulit pemahaman berikutnya.

Setelah mengikuti serangkaian acara ada beberapa testimoni yang diberikan kepada guru SD Muhammadiyah Gombong, seperti yang disampaikan oleh Kepala SD Kreatif Muhammadiyah Tri Wijayanti SPd, acara ini sangat memotivasi para guru untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran Matematika.

Testimoni juga disampaikan Kepala Sekolah MIM Maduresa Siti Nurchainah SAg MAg setelah mengikuti workshop, peserta mendapatkan pencerahan, bagaimana mengelola keunikan siswa, sehingga siswa bisa dilejitkan dan dikembangkan sesuai potensinya.

Hal ini juga diungkapkan beberapa guru lain yang pada intinya acara workshop tersebut sangat menarik, kreatif dan menyenangkan, menumbuhkan keinginan guru untuk membuat media yang menarik sehingga siswa mudah memahami konsep matematika. Kesanyang diberikan beberapa guru juga tentang materi penanganan perilaku siswa, bahwa materinya menarik dan mengena di hati. (Jay)

BERITA REKOMENDASI