Pengembangan Wisata Kawasan Menoreh Terkendala Jalan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Upaya pengembangan wisata di kawasan Perbukitan Menoreh Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo terkendala akses jalan. Akses menuju destinasi yang dikembangkan Badan Otorita Borobudur (BOB) berukuran sempit dan sulit dilintasi kendaraan besar. 

Ruas yang masih berstatus jalan kabupaten itu berukuran lebar kurang lebih enam meter. "Kalau kondisi jalan memang ada beberapa titik lubang, tapi tidak banyak. Justru kami melihatnya akses itu terlalu sempit," ungkap tokoh warga Desa Sedayu Loano, Kosim, kepada KRJOGJA.com, Minggu (10/3/2019). 

Kerusakan ditemukan di sebagian kecil ruas, seperti jembatan Desa Sedayu. Sementara sebagian besar akses sudah halus dan kerap mendapat penanganan. Ruas Tumbakanyar – Banyuasin itu menjadi akses ke objek wisata diantaranya Glamping De'Loano dan Pasar Digital Menoreh Desa Sedayu. Selain itu, akses merupakan jalur alternatif menuju Yogyakarta dan Candi Borobudur. 

Menurutnya, jalur itu harus mendapat peningkatan kapasitas dengan pelebaran jalan. "Sekiranya perlu dilebarkan termasuk jembatan di desa kami. Jika kita lihat, kondisi jalan di Loano beda dengan Samigaluh Kulonprogo yang sudah lebar," katanya.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo Suranto menuturkan, pemerintah kabupaten mengusulkan penanganan ruas Tumbakanyar – Banyuasin menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan. "Usulan kami ajukan kepada pemerintah pusat tahun 2018 lalu untuk menukung program yang menjadi priotitas pemerintah pusat," ucapnya. 

Terpisah, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengemukakan, infrastruktur wilayah Loano menjadi perhatian kabupaten. "Infrastruktur di timur dan utara Purworejo menjadi fokus pemerintah. Akses jalan kelak harus bagus dan lebar," tuturnya. 

Ditambahkan, keberadaan destinasi BOB di Loano merupakan berkah bagi Kabupaten Purworejo. Purworejo, katanya, tidak lagi sebagai penonton namun memiliki peran dalam pembangunan wisata di kawasan yang disebut Borobudur Highland itu. Masyarakat, lanjut bupati, harus bisa menangkap peluang dengan meningkatkan produktivitas dan kreativitas.(Jas)

BERITA REKOMENDASI