Pengemis Mulai Masuki Temanggung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai dipusingkan dengan kedatangan pengemis, gelandangan, orang tua terlantar dan tuna susila (PGOTTS) pada masa pengolahan tambakau rajanganm seperti saat ini. Mereka berasal dari daerah tetangga antara lain Magelang, Wonosobo, Semarang dan Kendal.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Widiharso mengatakan merebaknya gelandangan sudah terjadi pada beberapa waktu terakhir. Diduga ada yang memobilisasi sehingga jumlahnya besar. "Sebelumnya jumlah gelandangan tidak sebanyak di musim tembakau ini, diduga ada yang memobilisasi," katanya kepada KRjogja.com, Selasa (27/09/2016).

Dia mengatakan untuk penertiban, Tim gabungan Satpol PP, Dinas Sosial, dan kepolisian akan segera menggelar razia dengan sasaran tempat di sejumlah sudut kota Temanggung dan Parakan. Mereka yang terjaring selanjutnya didata dan dilakukan pembinaan, serta dipulangkan. "Pemulangan nanti diambil oleh perangkat desa atau petugas kabupaten asal," katanya.

Widiharso menyatakan penertiban itu sebagai penegakkan Perda nomor 3 tahun 2012 tentang pengemis, gelandangan, orang tua terlantar, dan tuna susila (PGOTTS). "Waktu penertiban tidak menentu, agar tidak lari," katanya.

Menurutnya, kedatangan mereka ke Temanggung untuk mengais rejeki dengan asumsi pada musim tembakau banyak uang. Mereka meminta-minta di pertokoan, pasar, kantor dan rumah-rumah, namun sesuai perda cara itu tidak dibenarkan sehingga perlu ditindak. Pemberi uang dapat pula ditindak. (Osy)

BERITA REKOMENDASI