Pengguna Kartu Tani Masih Sulit Dapatkan Pupuk

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejumlah petani padi di Kabupaten Purworejo mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Kebutuhan pupuk untuk sawah yang dimiliki, tidak dapat dicukupi kendati petani itu memiliki Kartu Tani. Petani membeli pupuk kandang untuk mencukupi kekurangan itu.

Petani di Kelurahan Kledung Kradenan Banyuurip Haryono mengatakan, pupuk tidak dapat diperoleh meski memiliki kartu tani. “Saat saya masuk jadwal memupuk sawah, cari pupuk bersubsidi, ternyata barangnya tidak ada. Padahal saya akan beli dengan Kartu Tani,” ungkapnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Rabu (23/12).

Sebelum datang ke toko, Haryono sudah mengisi saldo dalam Kartu Tani. Ia juga memiliki jatah kuota sesuai data luasan pemilikan sawah yang dahulu diusulkan lewat kelompok tani. Haryono menggarap sawah seluas 300 ubin.

Adapun pupuk yang tersedia di toko hanya berjenis nonsubsidi, dengan harga lebih mahal. Setiap karung urea nonsubsidi seberat 50 kilogram, ditawarkan Rp 280 ribu. Harga itu tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan urea bersubsidi yang dijual Rp 90 ribu perkarung 50 kilogram. “Untuk petani kecil seperti kami, tentunya berat kalau harus beli pupuk nonsubsidi. Budidaya padi tidak menguntungkan, tapi justru merugikan,” ujarnya.

Petani penggarap, Goman menambahkan, kebutuhan pupuk sawah 700 ubin garapannya dicukupi dengan membeli pupuk nonsubsidi. “Sawah saya dua petak, butuh paling tidak satu karung urea. Tapi hanya dapat setengah sak, itu pun adanya pupuk nonsubsidi,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI