Pengunjung Pantai Jatimalang Turun 40 Persen

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Objek wisata Pantai Jatimalang di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo dikunjungi ribuan wisatawan perhari selama libur lebaran tahun 2016. Kendati demikian, tingkat kunjungan turun hingga 40 persen dibandingkan lebaran tahun 2015.

Pantai Jatimalang dikunjungi rata-rata 5.000 wisatawan perhari selama liburan 2016. "Turun jauh kalau dibanding tahun lalu dimana kunjungan perhari rata-rata 6.500 orang perhari," kata Suldiono, koordinator pengelola wisata lebaran Pantai Jatimalang, kepada KRjogja.com, Rabu (13/7).

Pada puncak kunjungan yang terjadi pada Minggu (10/7), pantai dikunjungi 7.200 wisatawan. Padahal pada puncak libur lebaran 2015, pantai itu dipadati hingga 12.000 wisatawan dalan sehari.

Turunnya pengunjung diperkirakan karena persoalan sosial yakni libur bertepatan dengan penerimaan siswa baru, sehingga para orang tua fokus mencari sekolah dan membiayai pendidikan anaknya. Selain itu karena pemberitaan terjadinya banjir rob di Jatimalang. "Berita itu tidak benar, namun efeknya memang terasa. Selain itu ada prakiraan gelombang tinggi pantai selatan, padahal ombaknya standar, meski tetap harus diwaspadai," terangnya.

Penyebab lain yang diduga mengurangi tingkat kunjungan adalah keluhan dari sejumlah wisatawan yang menilai harga masakan hasil laut dijajakan pedagang terlalu mahal. "Sejumlah pengunjung mengeluh harga masakan sangat mahal, mereka kaget karena pada hari biasa tidak semahal ketika lebaran. Kalau keluhan itu disebarkan lewat media sosial, citra Jatimalang jadi kurang bagus," tegasnya.

Suldiono setuju jika warung makan menaikkan harga jual menu selama lebaran. Namun, katanya, pedagang harus menjual dengan harga yang wajar. Suldiono mengaku akan mengusulkan kepada pemerintah desa untuk mengumpulkan pedagang dan membuat standarisasi harga serta memasang daftar harga menu. "Dalam waktu dekat ini akan diusulkan, keluhan itu kritikan bagus bagi kami agar libur lebaran yang akan datang, jauh lebih baik," tuturnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI