Peningkatan Kapasitas LP Magelang, Diikuti 50 Warga Binaan

MAGELANG, KRJOGJA.com – Peningkatan Kapasitas Bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan Bidang Jasa Konstruksi Tahap III dilaksanakan di LP Kelas IIA Magelang, dan dibuka Kepala LP Kelas IIA Magelang Bambang Irawan BcIP SH MH, Senin (11/3/3019). Kegiatan yang diikuti 50 warga binaan LP Kelas IIA Magelang ini akan berlangsung hingga Sabtu (16/3/2019). 

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Eddy Irwanto ST MTech dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasi Penyelenggaraan dan Pengendali Mutu pada Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Amanda Devianty ST MTech diantaranya mengatakan pemberdayaan terhadap warga binaan pemasyarakatan yang menjadi potensi tenaga kerja konstruksi dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kerja konstruksi bersertifikat, yang saat ini baru berjumlah sekitar 470.789 orang. 

Melalui program ini, yang bukan hanya untuk memenuhi kewajiban dari UU Jasa Konstruksi tentang kewajiban tenaga kerja konstruksi bersertifikat, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga binaan pada saat mereka kembali ke lingkungan sosialnya. Melalui sertifikasi akan ada jaminan kejelasan renumerasibagi tenaga kerja dan memberikan perlindungan hukum serta meningkatkan kesejahteraan warga binaan.  

"Pelatihan ini diharapkan mampu memberdayakan dan meningkatkan pengetahuan untuk membangun karakter dan kesempatan kerja bagi warga binaan Pemasyarakatan selepas masa pidananya, dengan harapan mendapatkan remunerasi yang layak," kata Kepala LP Kelas IIA Magelang. Hal ini, lanjutnya, merupakan bukti nyata bahwa Kementerian Hukum dan HAM RI, bekerjasama dengan Kementerian PUPR RI, memberikan perhatian semakin besar terhadap pembinaan warga binaan Pemasyarakatan. 

Dikatakan juga, beberapa kegiatan pembinaan sudah dilakukan di LP Kelas IIA Magelang, diantaranya pembinaan kepribadian yang diikuti 245 orang. Pembinaan kemandirian atau latihan kerja, untuk pekerja ruangan 40 orang, pekerja kegiatan 59 orang, pekerja wisma 24 orang. Bambang Irawan juga mengatakan ada proses pemasyarakatan yang harus dilalui untuk dapat bekerja atau pembinaan, diantaranya minimal telah melaksanakan masa pidananya setengah masa pidananya.(Tha)

BERITA REKOMENDASI