Penjualan Ternak Kurban Menurun

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Penjualan ternak kurban di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan. Pedagang mengaku penjualan ternak turun kurang lebih sepuluh persen dibanding tahun sebelumnya.

 

Pedagang hewan kurban di Desa Winong Kidul Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Marus mengatakan penurunan penjualan paling terasa untuk sapi kurban. "Saat ini kami bari bisa menjual 90 sapi, biasanya sampai 100 ekor," ucapnya kepada KRjogja.com, Jumat (9/9).

Menurutnya, penurunan tersebut karena kondisi perekonomian masyarakat yang belum begitu stabil. Kenaikan harga terjadi pada berbagai barang kebutuhan sehingga masyarakat kesulitan menyisihkan penghasilannya. Selain itu, faktor lain adalah sebagian masyarakat tengah konsentrasi memikirkan biaya pendidikan anak mereka. "Namun tidak berarti animo kurban juga rendah, tetap masih banyak yang mencari hewan untuk keperluan ibadah," ujarnya.

Penurunan juga terjadi untruk kambing kurban. Hingga tiga hari menjelang Idul Adha, Marus baru menjual 50 – 60 kambing. "Kalau kambing kemungkinan memang belum terlihat, animo warga membelinya terjadi satu dua hari menjelang kurban," ungkapnya.

Harga sapi dan kambing di Purworejo juga mengalami kenaikan. Untuk sapi rata-rata naik Rp 1 – 2 juta perekor menjadi rata-rata Rp 17 juta – Rp 21 juta perekor. Sementara kambing naik Rp 100 ribu – Rp 200 ribu perekor. "Untuk sapi paling mudah berubah, sebab pengaruhnya adalah faktor makro seperti kebijakan impor," tuturnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI