Penolakan Renovasi Monumen TP di Purworejo Terus Mengalir

Secara historis, lanjutnya, pembangunan monumen oleh Bupati H Soepantho bertujuan sebagai pengingat generasi penerus bahwa Purworejo pernah menjadi kancah peperangan pada masa 1945 – 1949. Sebagai pengingat, dibuat patung Garuda Pancasila, Ahmad Yani berpakaian Heiho, pejuang gerilya dan patung Tentara Pelajar. “Adapun lambang negara Garuda Pancasila adalah atribut pemersatu bangsa, dan harus diletakkan pada bidang yang tepat. Sehingga ketika puncak monumen dipasang patung anak sekolah, bangunan itu kehilangan maknanya sebagai Monumen Pejuangan,” paparnya.

Dalam surat itu, kata Soekoso, DHC ’15 juga menyoroti desain monumen yang diberi warna meriah yang dinilai kurang tepat. “Kami usulkan agar dicat warga batu atau gelap, agar tampak lebih anggun dan berwibawa, coba bandingkan dengan Tugu Muda Semarang,” tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI