Pentas Amal Suminten Edan Peduli Korban Gempa

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pentas ketoprak berlakon Suminten Edan oleh paguyuban Seniman Karanganyar (Sekar) di alun-alun kota menjadi ajang pengumpulan donasi korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (08/10/2018) malam. Kotak kardus tempat mengumpulkan donasi terkumpul penuh selama penonton menikmati pentas yang dimainkan puluhan seniman teater dan karawitan itu.

“Kebetulan berkumpul warga Karanganyar dari kalangan pejabat, aparat dan rakyat biasa. Kami mengetuk hati mereka. Berapapun yang terkumpul, akan disampaikan ke saudara-saudara kita di daerah bencana alam,” kata Sekda Pemkab Karanganyar, Samsi dalam sambutannya.

Pentas tersebut digelarnya dalam rangkaian perayaan hari jadi ke-101 Kabupaten Karanganyar yang berpuncak pada November mendatang. Pentas ketoprak yang disutradarai Ketua Sekar, Joko Dwi Suranto melibatkan 40 pemain serta 30 sinden berikut pengrawit itu disajikan sesuai pakem cerita asli yang dibumbui humor.

Para pementas merupakan anggota Sekar asal 17 korwil di Karanganyar. Lakon Suminten Edan merupakan kisah percintaan tak bersambut asal Trenggalek, oleh seorang gadis terhadap pemuda idamannya. Karena sedih, akhirnya Suminten jatuh sakit dan lupa ingatan.

“Lakon ini tentang kisah percintaan pada babad Trenggalek-Ponorogo. Di dalamnya ada perseteruan, percintaan, kebijakan pemimpin, juga perselisihan yang berakhir damai. Ada pesan moral di situ, di mana kebersamaan dan kerukunan adalah hal yang harus dijalin dan dijaga,” jelasnya.

Ia meyakini cerita Suminten Edan diakrabi masyarakat Jawa tradisional. Sehingga pesan melalui pentas ketoprak mudah disampaikan.

"Ini juga panggung bagi seniman, yang di bulan Suro, Selo dan Poso banyak nganggurnya. Nah, ini kan di ujung bulan Suro, maka digelar pentas ketoprak ini, sekaligus menyambut hari jadi kabupaten,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI