‘Penutupan Sunyi’ di LP Magelang, Video Call Jadi Solusi

MAGELANG, KRJOGJA.com – LP Kelas IIA Magelang memberlakukan ‘Penutupan Sunyi’ selama 14 hari mulai Selasa (17/3/2020) hingga 31 Maret 2020 mendatang. Ini diantaranya dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 dan juga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan Warga Binaan Pemasyarakatan terhadap virus tersebut, mengingat jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan di LP Kelas IIA Magelang mencapai ratusan orang.

Hal ini dibenarkan Kepala LP Kelas IIA Magelang Bambang Irawan BcIP SH MH kepada KRJogja.com, Kamis (19/3/2020). Didampingi Dokter LP Kelas IIA Magelang dr Rini Isyuti, Kepala KPLP Magelang Fauzen Amd IP dan Kasi Registrasi LP Kelas IIA MAgelang Cahyo Sunarko, Bambang Irawan menambahkan program “Gerakan 14 Hari Cegah dan Tangkal Covid-19” juga diberlakukan.

Dalam program “Gerakan 14 Hari Cegah dan Tangkal Covid-19” tersebut, di hari pertama sudah dilakukan ‘Lockdown’ atau ‘Penutupan Sunyi’, kemudian hari kedua ‘Social Distance’ dan Kamis (19/3/2020) dilakukan screening kepada seluruh petugas yang dilakukan Petugas Kesehatan LP Kelas IIA Magelang. Ini sebagai langkah dan upaya LP Kelas IIA Magelang untuk benar-benar mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Cuci tangan menggunakan sabun maupun antiseptik juga disediakan di beberapa lokasi.

“Setiap pagi seluruh narapidana maupun tahanan di LP Kelas IIA Magelang diukur suhu badannya menggunakan alat khusus, yaitu thermal gun,” ujar Bambang Irawan.

Ini seperti yang dilakukan Kepala LP Kelas IIA Magelang terhadap beberapa warga di salah satu blok di LP Kelas IIA Magelang. Satu per satu warga diukur suhu badannya. Demikian juga petugas yang berjaga di blok tersebut.

Tak terkecuali juga terhadap seluruh karyawan LP Kelas IIA Magelang saat akan memasuki LP Kelas IIA Magelang. Beberapa warga yang sedang mengikuti program rehabilitasi juga didatangi dan diukur suhu badannya di ruang praktek pembinaan.

Kepala KPLP Magelang menambahkan hingga Sabtu (21/3/2020) mendatang masih menerima penitipan barang. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkumpul, juga mulai ditiadakan. pelaksanaan rehab diganti dengan kegiatan yang tidak mengumpulkan banyak orang. Sebelum program ‘Lockdown’ diberlakukan, lanjutnya, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada warga binaan dan keluarganya. Pengganti kunjungan juga dilakukan, yaitu video call online. Ini sebagai salah satu solusi.(Tha)

BERITA REKOMENDASI