Penyandang Disabilitas Intelektual Kirim Pesan ‘No Golput’

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Penyandang disabilitas intelektual di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung menyampaikan pesan moral pada warga negara Indonesia, yang telah punya hak pilih untuk tidak golput atau mencoblos pada Rabu, 17 April 2019.

"Jangan golput teman-teman, karena golput merugikan rakyat kita sendiri. Ayo nyoblos pada 17 April 2019," kata penerima manfaat BBRSPDI Kartini, Sinar Bayu (23), Kamis (20/12/2018).

Dia mengatakan dirinya dan teman-teman penerima manfaat di BBRSPDI akan datang ke TPS untuk mencoblos. Karena itu, bagi yang diluar daerah akan meminta keluarga di rumah untuk mengurus surat pindah mencoblos ke Temanggung, sebab tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah. " Golput itu akan membahayakan negeri kita sendiri," kata warga Blitar Jatim tersebut. 

Dia mengatakan pada sosialisasi yang digelar KPU Temanggung itu diberi materi hak-hak penyandang disabilitas intelektual yang salah satunya hak politik untuk memilih dalam pemilu. Penyelenggara pemilu akan menfasilitasi dan melayani sebagi mungkin agar dirinya dan teman-temannya dapat mencoblos. 

"Kami diberi tahu hak politik dan diajari bagaimana caranya mencoblos, mulai caranya masuk TPS, surat suara, mencoblos, memasukkan surat suara, mencelup tinta hingga keluar TPS," katanya, sembari mengatakan sudah beberapa kali mencoblos, seperti Pilkada, Pilpres dan Pemilu Legislatif. 

Komisioner KPU Kabupaten Temanggung Henry Sofyan Rois mengatakan penyandang disabilitas, termasuk disabilitas intelektual punya hak sama pada Pemilu 2019. " Sehingga mereka diberi sosialisasi tentang hak politik dan cara mencoblos," katanya.

Dia mengatakan terdapat tantangan dalam sosialisasi tersebut, yakni mereka tidak lekas memahami materi yang disampaikan, sehingga perlu metode khusus. dan kontinuitas.  " Pada tahap ini baru pengenalan, kedepan akan ada simulasi khusus bagi mereka. Mereka harus praktek," katanya. 

Humas BBRSPDI Nurul Khasanah mengatakan BBRSPDI akan memberikan pendampingan pada penyandang disabilitas saat mencoblos, tetapi selagi mereka mampu akan diberi kebebasan untuk mencoblos sendiri di TPS. BBRSPDI menjamin tidak ada intervensi atau pengarahan mereka mencoblos pada pihak tertentu. 

"Kami berikan mereka pendidikan politik. Kami juga menguruskan di TPS mana mereka akan mencoblos," katanya, (Osy)

BERITA REKOMENDASI