Peracik Kopi dari Bambu Ini Menang di Krenova Jateng

KEBUMEN (KRjogja.com) – Setelah melewati sejumlah tahap penilaian, peracik kopi berbahan bambu rancangan Yuri Dulloh, pembudidaya kopi asal Desa Pucangan Kecamatan Ambal Kebumen, berhasil menjadi pemenang utama Seleksi Krenova (Kreatifitas dan Inovasi Masyarakat) Tahun 2016 yang diselenggarakan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Jawa Tengah, baru-baru ini.

"Pembuatan alat berbahan baku bambu ini membawa misi untuk menyajikan minuman kopi secara organik dan lebih sehat bagi konsumen namun bercitarasa unik, lembut dan alami," ujar Yuri, di rumahnya, Minggu (21/08/2016).

Yuri tak menyangka bila alat yang dibuat dengan teknologi sederhana itu mampu memenangkan lomba yang diikuti oleh 135 karya dari  35 kabupaten/kota di Jawa Tengah tersebut. Namun melalui pemaparan tentang latar belakang pembuatan alat disertai praktek cara pemakaiannya, dirinya mampu meyakinkan juri tentang efektifitas alat tersebut dalam
memberikan nilai positip yang menguntungkan konsumen kopi.

"Dari sisi penggunaan bambu sebagai bahan bakunya, alat ini bersifat natural dan organik. Adapun hasil peracikannya bisa memberi manfaat positip bagi konsumen karena kadar kafein yang dihasilkan lebih rendah dibanding alat peracik berbahan logam," beber Yuri.

Nilai lebih lain alat ini adalah daya ekstraksinya yang lebih tinggi dibanding alat peracik dari logam, sehingga mampu menghasilkan minuman kopi bercita rasa kopi lebih tajam, namun lembut karena nyaris tak ada ampas kopi yang ikut masuk ke dalam gelas penampung air kopi.

Alat yang mulai dirancang tahun 2015 dan sudah diproduksi lalu dipasarkan ke sejumlah kafe di Yogyakarta, Sukoharjo, Purworejo, Kutoarjo, Jakarta dan Kebumen di tahun 2016, terbuat dari bambu semua jenis yang  benar-benar tua. Bambu dipotong setinggi 7 sentimeter, diambil yang ada  ruasnya dan dibentuk sesuai selera.

"Sebagai penyaring, di bagian bawahnya diberi lubang-lubang berdiameter 0,8 milimeter sampai 1 milimeter," jelas Yuri. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI