Perajin Emas Kebumen Tak ‘Pede’ Produksi Sendiri

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Akibat belum stabilnya nilai mata uang rupiah  terhadap dolar Amerika saat ini, para perajin emas atau 'kemasan' di  Kebumen merasa kurang percaya diri untuk memproduksi sendiri perhiasan yang terbuat dari logam emas.

"Kami kini lebih memilih menggarap pesanan atau menerima order servis  perhiasan ketimbang memproduksi perhiasan emas dengan modal sendiri kemudian menjualnya sendiri. Sebab, risiko rugi akibat dampak tak stabilnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika sangat berat bagi kami,"  ungkap kemasan asal Gang Sulangkara Desa Sawangan Kecamatan Alian Kebumen,  Dajbjadi, di rumahnya, Minggu (17/09/2017).

Djabjadi yang telah 30 tahun malang melintang sebagai kemasan di  perusahaan perhiasan permata di kota Solo dan sejumlah toko emas di  Kebumen, kini memilih bekerja mandiri di rumahnya, mengakui bahwa dengan keterbatasan modal dirinya akan sulit bersaing dengan perusahaan-perusahaan
penghasil perhiasan emas pabrikan.

" Secara kualitas dan keindahan bentuk, perhiasan yang dibuat secara  manual sebenarnya tak kalah dibandingkan dengan perhiasan pabrikan. Namun  kami belum bisa bersaing dalam masalah harga karena rumitnya proses  produksi manual kami," jelas Djabjadi yang saat 'booming' akik tahun 
2014 hingga 2015 lalu kebanjiran order merakit aneka perhiasan dari akik.

Sedangkan menurut Rasman, rekan Djabjadi, sulitnya para kemasan di Kebumen untuk memproduksi sendiri perhiasan emas juga disebabkan faktor sulitnya  mendapatkan pekerja, mengingat puluhan kemasan asal Desa Sawangan lebih memilih merantau ke Solo ketimbang bekerja di Kebumen. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI