Perajin Gula Karanggadung Lancar Produksi Saat Kemarau Panjang

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Berlangsungnya kemarau panjang di Kebumen saat ini berdampak banyak perajin gula kelapa yang berhenti berproduksi karena kekurangan nira sebagai bahan bakunya. Namun tak demikian halnya dengan 4 perajin gula Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan Kebumen.

"Meskipun sampai pertengahan Oktober 2018 ini kemarau belum berakhir, namun kami masih mampu berproduksi secara normal, karena bagusnya produksi nira di kebun kelapa kami secara kualitas maupun kuantitasnya," ujar Ahmad Tholibin, perajin gula Karanggadung, di rumahnya, Minggu (14/10/2018).

Ahmad yang juga Ketua Kelompok Perajin Gula 'Manggar Sari' Karanggadung menuturkan bahwa ada kiat khusus agar produktifitas nira pohon kelapanya selalu terjaga selama kemarau.

"Kiatnya sederhana, hanya butuh ketekunan dan semangat tinggi untuk merawat pohon kelapa secara optimal, baik di musim kemarau maupun musim penghujan," ujar Ahmad yang memiliki 30 batang pohon kelapa yang di musim kemarau tahun ini mampu menghasilkan 80 liter nira/hari untuk menjadi 12,5 kilogram gula.

Perawatan optimal yang dipraktekkan Ahmad beserta 3 rekannya adalah dengan menyiram pohon kelapa setiap hari di musim penghujan, kemudian memupuknya sebulan sekali. Sedangkan di musim kemarau, penyiraman dilakukan seminggu sekali namun dengan jumlah air yang banyak.

"Dulu cara kami itu sering ditertawakan petani kelapa lainnya, karena menyirami dan memupuk tanaman kelapa secara rutin dan teratur di musim
penghujan dianggap aneh. Namun, kini kami justru memetik hasilnya. Selain, rutin memproduksi gula cetak, kami juga mampu memproduksi gula semut kualitas ekspor," ujar Ahmad yang kerap menjadi mentor pembuatan gula semut di berbagai desa di Kebumen.

Kendati hasil kerja kerasnya merawat pohon kelapa secara serius kini sudah membuahkan hasil positip, namun diakui oleh Ahmad bahwa belum banyak petani kelapa di Kebumen yang mau meniru langkahnya itu. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI