Peran Bendung Tingal Dukung Ketahanan Pangan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Ditengah kesulitan keuangan APBN, pembangunan Jaringan Irigasi Bendung Tingal di Kabupaten Temanggung tetap dilanjutkan pada tahun 2020 karena sangat dibutuhkan bagi masyarakat terutama untuk ketahanan pangan.

“Pembangunan Bendung Tingal tetap berlanjut, fungsinya sangat besar untuk ketahanan pangan. Pembangunan proyek ini sudah dimulai tahun 2018,” kata Ketua Balai Besar Wilayah Sungai Opak Serayu, Dwi Purwantoro, pada sosialisasi dan do’a bersama pelaksanaan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi Tingal Kanan di Desa Geblog Kecamatan Kaloran, Rabu (19/08/2020).

Dia menjelaskan saluran irigasi ini dianggarkan multi years, sampai tahun 2023 dan pengerjaan pada tahun 2020 menelan biaya Rp 19 miliar yang diperuntukkan membangun jaringan primer dan sekunder sepanjang 1300 meter.

Dia menyapaikan harapan proses pembangunan terus berlanjut dengan dukungan dan kerjasama jejaring yang ada, termasuk pembebasan tanahnya yang dibiayai oleh APBD Provinsi.

Jika program ini selesai, kata dia, akan dapat mengairi 1.050 hektare sawah di 13 desa pada Kecamatan Kranggan dan Kaloran. Pembangunan sektor irigasi ini merupakan program terbesar ke 2 setelah Bendung Progo Pistan. “Semoga dimudahkan dalam pelaksanaannya dan dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Temanggung,” kata dia.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan irigasi dan pengairan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, setidaknya dalam dua sudut pandang yakni di Kabupaten Temanggung akhir-akhir ini mengalami penurunan debit air, bahkan banyak mata air yang mati karena semakin berkurangnya daerah resapan air serta daerah tangkapan air.

“Kedua, pengairan sangat penting dimasa pandemi Covid-19 ini, untuk meningkatkan produktifitas pangan yang pada akhirnya dapat mengatasi ancaman krisis pangan,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI